Lalamove memperkuat sistem keamanan layanannya dengan meluncurkan program perlindungan asuransi bagi mitra pengemudi dan pengguna pada Selasa, 21 April 2026, melalui kolaborasi strategis di Jakarta. Langkah ini melibatkan PT Asuransi Tokio Marine Indonesia (TMI) dan PT Mitra Jasa Pratama (Qoala) dalam ekosistem pengiriman on-demand.
Kemitraan tersebut menghadirkan skema Group Personal Accident yang memberikan jaminan keselamatan selama proses pengantaran barang maupun perjalanan penumpang. Sebagaimana dilansir dari Medcom, cakupan manfaat ini berlaku bagi mitra pengemudi yang sedang menjalankan pesanan serta pengguna layanan Lalamove Ride.
Nilai pertanggungan yang disiapkan dalam program asuransi ini mencapai Rp50 juta per individu. Kompensasi tersebut mencakup berbagai risiko, mulai dari penggantian biaya perawatan medis, santunan untuk kondisi cacat tetap, hingga santunan meninggal dunia sesuai dengan ketentuan polis yang berlaku.
Data Korlantas Polri tahun 2025 menunjukkan urgensi perlindungan ini dengan mencatat lebih dari 141 ribu kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Mayoritas insiden melibatkan sepeda motor, yang menempatkan pekerja sektor transportasi daring pada tingkat risiko kecelakaan kerja yang signifikan di jalan raya.
Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B Prakoso, menjelaskan bahwa ekspektasi pengguna layanan digital saat ini telah berkembang melampaui aspek kecepatan. Perlindungan selama perjalanan kini menjadi komponen krusial yang harus disediakan oleh platform untuk membangun kepercayaan seluruh ekosistem.
"Melalui kolaborasi ini, Lalamove memperkuat dukungan bagi mitra pengemudi dan pengguna dengan menghadirkan sistem perlindungan yang andal dan relevan, sekaligus terus membangun pengalaman platform yang lebih aman dan terpercaya bagi semua," kata Andito B Prakoso, Managing Director Lalamove Indonesia.
Pihak PT Asuransi Tokio Marine Indonesia menyatakan bahwa penyediaan solusi ini disesuaikan dengan kebutuhan spesifik layanan berbasis platform digital. Sementara itu, Qoala bertindak sebagai broker asuransi yang mengintegrasikan teknologi untuk mempermudah operasional layanan perlindungan tersebut.
Direktur Utama PT Mitra Jasa Pratama (Qoala), Ian Ramelan, menekankan bahwa penggunaan teknologi menjadi kunci utama dalam mempercepat proses klaim agar lebih transparan. Efisiensi sistem klaim diharapkan dapat memberikan rasa aman yang nyata bagi para mitra pengemudi dan pelanggan dalam aktivitas sehari-hari.