Persija Jakarta Gelar Aksi Donor Darah, Perkuat Solidaritas Kemanusiaan

Persija Jakarta menyelenggarakan aksi donor darah bersama Persebaya Surabaya, Sabtu (11/4/2026), menunjukkan komitmen di luar lapangan.

Klub sepak bola Persija Jakarta baru-baru ini memperlihatkan bahwa dunia olahraga tidak hanya berkutat pada persaingan di lapangan hijau, melainkan juga memiliki peran penting dalam aksi kemanusiaan. Hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan kegiatan donor darah yang melibatkan para pemain dan pendukung, dikutip dari Bola.

Bertepatan dengan pertandingan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-27 melawan Persebaya Surabaya, Persija menggelar program "Donor Darah Bersama Persija" di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu, 11 April 2026. Dua pemain klub, Hanif Sjahbandi dan Baihaqi Rifai, turut serta dalam kegiatan mulia ini dengan mendonorkan darah mereka.

Mohamad Prapanca, Direktur Persija, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen klub untuk menciptakan dampak positif di luar ranah sepak bola. Melalui upaya Persija dan Persija Foundation, aksi donor darah ini menjadi manifestasi nyata kontribusi kepada masyarakat luas.

"Kegiatan ini merupakan aksi nyata Persija dan Persija Foundation sebagai bentuk kontribusi kami kepada masyarakat. Dengan slogan ‘Satu Darah, Darah Indonesia’, kami ingin turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan melalui donor darah," ujar Prapanca.

Prapanca juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak yang memungkinkan terlaksananya acara ini, termasuk PMI serta para sponsor seperti PAM Jaya, Bank Jakarta, Se’Indonesia, dan Bakrie Untuk Negeri. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) bagi semua yang terlibat.

Solidaritas Tanpa Batas

Makna kemanusiaan dari kegiatan ini turut ditekankan oleh Ramdansyah, Sekretaris PMI Jakarta Utara. Menurutnya, donor darah adalah simbol kuat dari solidaritas yang melampaui segala bentuk latar belakang sosial.

"Ketika darah mengalir dari satu tubuh ke tubuh lain, identitas sosial seperti kelas, penggemar, suporter, bahkan rivalitas menjadi tidak relevan. Di situlah makna terdalam solidaritas menemukan bentuknya," jelas Ramdansyah.

Ia berharap kampanye "Satu Darah, Darah Indonesia" tidak hanya menjadi slogan, melainkan pengingat bahwa di tengah perbedaan, manusia tetap terhubung oleh nilai kemanusiaan yang fundamental.

Apresiasi serupa juga datang dari Asep Saputra, Direktur Kompetisi ILeague. Asep menilai bahwa kegiatan sosial semacam ini adalah bukti konkret peran sosial yang besar dari sepak bola di tengah masyarakat.

"Ini program yang sangat baik dan mulia. Menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ini bukti nyata yang bisa memberikan harapan bagi sesama," tutur Asep.

Selain bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah, aksi kemanusiaan ini juga menghadirkan semangat berbagi dalam bentuk yang menarik. Para peserta yang berpartisipasi memiliki kesempatan untuk membawa pulang berbagai merchandise, seperti tumbler, kartu elektronik, hingga paket kuliner dan goodie bag dari mitra pendukung kegiatan.

Recommended