Keterbatasan waktu akibat padatnya kalender akademik membuat Putri Fadhilah Arman, mahasiswi Universitas Airlangga (Unair), menunda kepulangannya di Hari Raya Idulfitri 2026.
Sebagai gantinya, mahasiswi program studi Pengobat Tradisional (Battra) angkatan 2025 asal Kota Tanjung, Kalimantan Selatan, ini memilih menghabiskan Lebaran di kediaman neneknya di Ngawi, Jawa Timur.
Di sana, Putri tidak sendiri. Ia ditemani dua sepupunya yang juga merupakan mahasiswa perantau di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Mereka pun mengalami kendala serupa, yakni terbatasnya waktu libur.
“Merayakan (Lebaran) bareng nenek dan dua sepupu yang sama-sama tidak pulang karena libur kuliah cuma sebentar,” ungkap Putri.
Kebersamaan ini menjadi pengganti suasana rumah di tengah absennya mereka dari keluarga masing-masing. Putri dan sepupu-sepupunya saling menjaga dan merayakan Idulfitri dengan sederhana namun bermakna di rumah sang nenek.
Meski demikian, Putri tak menampik kerinduan akan suasana khas tanah kelahirannya. Ia merindukan tradisi sungkeman, aroma masakan khas Kalimantan, serta ramainya kunjungan tetangga yang biasanya memeriahkan suasana Lebaran di rumahnya di Kota Tanjung.
Namun, ia tetap bersyukur dapat menjalankan tradisi tersebut bersama nenek dan sepupunya di Jawa. Baginya, esensi Idulfitri tetap terasa meski lokasinya berbeda.
Di momen ini, Putri berharap seluruh anggota keluarga diberikan kesehatan agar bisa berkumpul kembali di masa mendatang. “Harapannya, keluarga diberi kesehatan dan bisa bertemu di lebaran tahun-tahun berikutnya,” harap Putri.