Lenovo kembali menunjukkan inovasinya di dunia teknologi dengan memperkenalkan berbagai perangkat konsep terbaru yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI) dan desain adaptif di Mobile World Congress (MWC) 2026. Perangkat-perangkat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam pengguna, mulai dari profesional kreatif hingga gamer.
Dalam pameran teknologi yang berlangsung di Eropa, Lenovo memamerkan empat perangkat konsep yang inovatif. Di antaranya adalah laptop dengan layar 3D tanpa kacamata, konsol gaming lipat, pendamping meja kerja berbasis AI, serta PC modular yang dapat dikonfigurasi.
Menurut Jun Ouyang, Senior Vice President and General Manager of the Consumer Segment, Intelligent Devices Group di Lenovo, para kreator dan gamer masa depan menginginkan perangkat yang menggabungkan kekuatan, portabilitas, dan kecerdasan.
"Mereka menginginkan perangkat yang menggabungkan tenaga, portabilitas, dan kecerdasan dalam satu perangkat," ujar Ouyang. "Karena itulah kami mengembangkan teknologi konsumen yang lebih baik-dari laptop dan tablet AI yang serbaguna, hingga konsep perangkat keras transformatif seperti desain 3D tanpa periferal dan konsol genggam Legion yang dapat menyesuaikan dengan ruang pengguna."
Lenovo menghadirkan Yoga Book Pro 3D Concept untuk para desainer dan profesional 3D. Laptop ini dilengkapi layar yang mampu menampilkan efek tiga dimensi tanpa memerlukan kacamata khusus, sehingga pengguna dapat melihat kedalaman, bentuk, dan hubungan spasial secara langsung.
Laptop konsep ini menggunakan dual layar Lenovo PureSight Pro Tandem OLED yang dioptimalkan untuk alur kerja 3D. Fitur konversi 2D-ke-3D bertenaga AI memungkinkan pengguna membuat aset 3D yang dapat diedit langsung dari gambar dua dimensi.
"Pengguna juga dapat mengontrol perangkat dengan gerakan tanpa sentuhan berkat kamera RGB, serta melakukan penyesuaian cepat pada pencahayaan, sudut, dan tone melalui layar sentuh bawah yang dilengkapi snap-on pads," demikian penjelasan Lenovo.
Laptop ini ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra 7 dan GPU NVIDIA GeForce RTX 5070 yang mumpuni untuk menangani tugas-tugas 3D yang kompleks, seperti rendering dan manipulasi objek tiga dimensi secara real-time.
Legion Go Fold Concept
Para penggemar game portabel juga mendapatkan perhatian khusus melalui Legion Go Fold Concept. Ini adalah konsol genggam dengan layar lipat POLED yang dapat membentang dari 7,7 inci hingga 11,6 inci.
Legion Go Fold menawarkan empat mode penggunaan:
- Standard Handheld Mode: Mode konsol genggam standar dengan kontroler terpasang.
- Vertical Split-Screen Mode: Layar terbagi untuk bermain game sambil streaming.
- Horizon Full Screen Mode: Mode layar penuh 11,6 inci untuk pengalaman imersif.
- Expanded Desktop Mode: Mode desktop dengan konektivitas keyboard dan touchpad nirkabel. Kontroler kanan dapat berfungsi sebagai mouse vertikal.
Konsol ini ditenagai oleh prosesor Intel Core Ultra 7 258V dengan RAM 32GB dan baterai 48Whr, sehingga mampu menjalankan game berat dan multitasking. Kontroler kanan dilengkapi layar kecil yang berfungsi sebagai touchpad, menampilkan metrik performa, dan menyediakan tombol pintas yang dapat dikustomisasi.
AI Work Companion
Lenovo juga memperkenalkan AI Work Companion Concept, sebuah jam meja dengan integrasi AI yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan pengguna.
Fitur unggulan perangkat ini adalah "Thought Bubble" yang dapat menyinkronkan tugas dan jadwal untuk menghasilkan rencana harian yang seimbang. Perangkat ini juga memantau waktu layar dan memberikan saran istirahat untuk mengurangi risiko kelelahan (burnout).
AI Work Companion dilengkapi dengan port hub terintegrasi dan pengisian daya cepat, sehingga membantu mengurangi kekabelan di atas meja. Tombol yang dapat diprogram untuk kustomisasi alur kerja dan laporan performa mingguan juga tersedia untuk evaluasi produktivitas.
ThinkBook Modular AI PC Concept
Konsep paling radikal datang dari jajaran ThinkBook. Lenovo memperkenalkan sistem dasar tipis ultra 14-inci dengan layar, input, dan I/O yang dapat diganti-ganti (modular).
Pengguna dapat memasang layar sekunder dalam berbagai orientasi atau bahkan mengganti area keyboard dengan layar tambahan, sehingga ruang kerja dapat diperluas hingga 19 inci. Arsitektur ini dirancang untuk alur kerja siap-AI, memperpanjang siklus hidup perangkat, dan menjawab kebutuhan bisnis yang terus berkembang.