Kebijakan mengenai kewajiban memainkan pesepak bola muda di kompetisi domestik dipastikan mengalami perubahan besar untuk musim depan. PSSI memutuskan untuk menghapus regulasi yang mengharuskan setiap klub menurunkan minimal satu pemain U-23 sebagai starter selama satu babak penuh.
Seperti dilansir dari Bola, Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra menjelaskan bahwa aturan tampil minimal 45 menit pertama bagi pemain muda tersebut tidak akan dipergunakan lagi pada periode kompetisi yang akan datang.
Penghapusan regulasi ini memicu respons dari juru taktik Dewa United, Jan Olde Riekerink, yang mengindikasikan ketidaksetujuannya terhadap keputusan tersebut. Pandangan senada sebelumnya juga diutarakan oleh arsitek taktik Bali United, Johnny Jansen.
Menurut Jan Olde Riekerink, keberadaan regulasi tersebut sebenarnya memiliki peran krusial dalam memberikan ruang bagi para pesepak bola muda untuk meningkatkan kemampuan mereka. Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa Indonesia memerlukan struktur kompetisi usia muda yang diputar secara konsisten.
“Indonesia punya potensi besar. Yang dibutuhkan adalah kompetisi reguler usia 16 sampai 23 tahun agar pemain muda berkembang maksimal,” kata Jan Olde Riekerink.
Selain memberikan pandangan mengenai regulasi pemain muda, Jan Olde Riekerink juga mengomentari kelanjutan kariernya bersama Dewa United. Situasi ini berbeda dengan Johnny Jansen di Bali United yang sudah dipastikan mendapatkan perpanjangan masa bakti selama satu musim.
Jan Olde Riekerink memilih untuk tidak berbicara secara terbuka mengenai kelanjutan kontraknya dalam sesi konferensi pers yang berlangsung pada Kamis (21/5/2026). Juru taktik yang sudah menangani Dewa United selama 3,5 tahun terakhir ini menyatakan bahwa keputusan strategis harus mengutamakan kepentingan organisasi.
“Tidak boleh ada ego pribadi. Semua keputusan harus berdasarkan apa yang terbaik untuk klub,” kata Jan Olde Riekerink.