Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pentingnya peran strategis guru perempuan dalam membentuk karakter generasi penerus demi pembangunan bangsa pada seminar nasional di Jakarta, Kamis, 16 April 2026. Fokus utama penguatan ini ditujukan untuk menghadapi disrupsi dan perubahan nilai kehidupan.
Dilansir dari Medcom, kehadiran aktif tenaga pendidik perempuan dianggap sangat mendesak mengingat besarnya tantangan yang dihadapi remaja saat ini. Data awal 2026 dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan tren yang mengkhawatirkan pada kesehatan mental pelajar.
Kementerian Kesehatan mencatat sekitar 5 persen anak dan remaja di Indonesia menunjukkan gejala gangguan jiwa. Selain itu, laporan tersebut mengungkapkan bahwa lebih dari 300.000 pelajar terdeteksi mengalami depresi di awal tahun ini.
"Indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat bukan semata dilihat dari pembangunan fisik, lebih dari itu harus mampu membangun manusianya. Peran guru perempuan sangat penting dalam membentuk generasi penerus berdaya saing dan berkarakter kuat," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 17 April 2026.
Lestari menjelaskan bahwa perempuan secara natural memiliki sifat belas kasih atau compassion. Karakteristik ini dinilai menjadi instrumen krusial dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik di sekolah.
Anggota Komisi X DPR RI tersebut juga mengidentifikasi adanya disrupsi di berbagai sektor yang memicu pergeseran nilai dalam keseharian masyarakat. Kondisi ini memerlukan langkah antisipasi melalui penguatan mental sejak dini di lingkungan pendidikan.
Sektor pendidikan menempatkan guru perempuan sebagai urat nadi dalam proses pembentukan jati diri anak bangsa. Penegasan ini disampaikan Lestari dalam Seminar Nasional Perempuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang bertajuk Inspirasi Perempuan dalam Memajukan Pendidikan di Indonesia.
Eksistensi guru di era modern tidak lagi terbatas pada aktivitas mengajar secara akademik. Guru memiliki tanggung jawab lebih besar dalam menentukan arah masa depan bangsa melalui pendampingan psikologis dan moral bagi setiap peserta didik.