Sebanyak lima tokoh perempuan Indonesia tercatat masuk dalam jajaran 50 orang terkaya di tanah air berdasarkan laporan Forbes yang dirilis pada Selasa, 21 April 2026. Para pengusaha ini mengelola berbagai sektor bisnis strategis mulai dari teknologi informasi hingga pertambangan batubara dan energi.
Marina Budiman memimpin daftar perempuan terkaya tersebut dengan menempati posisi ke-8 secara keseluruhan di Indonesia. Dilansir dari Detik Finance, kekayaan bersih salah satu pendiri DCI Indonesia ini mencapai US$ 8,2 miliar atau setara Rp 140,51 triliun.
Peringkat kedua diduduki oleh Dewi Kam yang bergerak di sektor energi melalui kepemilikan saham di PT Bayan Resources Tbk. Dengan total kekayaan sekitar US$ 4,3 miliar atau Rp 73,68 triliun, Dewi kini menempati urutan ke-17 dalam daftar individu tertajir di Indonesia.
Arini Saraswaty Subianto berada di posisi berikutnya dengan total kekayaan senilai US$ 2,4 miliar atau sekitar Rp 41,12 triliun. Sebagai Direktur Utama Persada Capital Investama, ia mengelola portofolio bisnis di bidang pengolahan kayu, minyak sawit, karet, hingga pertambangan.
Nama Jenny Quantero juga masuk dalam daftar di urutan ke-41 dengan akumulasi kekayaan mencapai US$ 1,4 miliar atau Rp 23,99 triliun. Jenny bersama suaminya diketahui berperan dalam pendirian perusahaan tambang batubara sejak dua dekade silam.
Posisi terakhir di antara lima perempuan terkaya tersebut ditempati oleh Hartati Murdaya yang memiliki harta senilai US$ 1,25 miliar atau Rp 21,41 triliun. Pemimpin Central Cipta Murdaya ini mengelola investasi pada sektor teknik, teknologi informasi, properti, hingga pengelolaan pusat konvensi di Jakarta.
Kekayaan Hartati juga didukung oleh kepemilikan saham pada Metropolitan Kentjana, perusahaan pengembang properti yang melantai di bursa. Seluruh data nilai kekayaan dalam daftar ini dihitung menggunakan asumsi kurs Rp 17.136 per dolar Amerika Serikat.