Spesies lintah raksasa Haementeria ghilianii ditemukan mendiami kawasan sungai dan rawa di wilayah Amazon pada laporan penelitian terbaru Rabu (13/5/2026). Hewan ini menarik perhatian peneliti karena ukurannya yang mencapai 45 sentimeter atau setara dengan ukuran alat gilingan adonan dapur.
Dilansir dari Detik iNET, spesies ini merupakan yang terbesar dari sekitar 680 jenis lintah yang teridentifikasi di seluruh dunia. Meskipun secara rutin tumbuh hingga 30 sentimeter, beberapa spesimen tertentu tercatat mampu mencapai panjang hampir setengah meter.
Mekanisme pemangsaan lintah ini berbeda dari jenis lainnya yang umumnya menggunakan rahang bergerigi untuk menggigit inang. Haementeria ghilianii menggunakan probosis atau belalai sepanjang 10 sentimeter yang berfungsi layaknya jarum suntik tajam untuk menembus kulit mangsa.
Dalam sekali proses makan, lintah raksasa ini mampu mengisap hingga 15 mililiter darah atau setara dengan takaran satu sendok makan. Aliran darah mangsa dijaga agar tidak membeku melalui sekresi enzim antikoagulan khusus yang disebut hementin.
Berdasarkan data dari Discover Wildlife, hewan ini berperan sebagai parasit bagi berbagai fauna akuatik dan semiakuatik seperti ikan, reptil, hingga mamalia. Manusia juga berisiko menjadi target pengisapan darah jika berada di dalam habitat alami makhluk tersebut.
Meskipun memiliki kemampuan mengisap darah dalam volume besar, klaim mengenai lintah ini yang mampu menguras darah hewan besar hingga mati belum terbukti secara ilmiah. Para peneliti menilai laporan-laporan lama terkait kematian hewan besar akibat lintah ini masih memerlukan bukti kuat.
Keberadaan Haementeria ghilianii saat ini mulai terancam akibat kerusakan ekosistem yang masif di kawasan Amerika Selatan. Deforestasi hutan dan polusi air menjadi faktor utama yang mengancam keberlangsungan hidup predator unik ini di habitat aslinya.