Pelatih Liga Inggris Kehilangan Pekerjaan Pasca Hasil Buruk di Eropa

Sejumlah pelatih Liga Inggris kehilangan posisinya setelah timnya mengalami performa buruk di kompetisi Eropa. Siapa saja mereka?

Klub-klub besar Liga Inggris terkadang tak ragu memecat pelatih, terutama jika performa tim menurun drastis. Kegagalan di kompetisi Eropa sering menjadi faktor pemicu keputusan tersebut.

Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur adalah beberapa klub yang pernah memberhentikan manajer mereka setelah hasil mengecewakan di kompetisi Eropa. Meskipun liga domestik tetap menjadi prioritas, kekalahan di Eropa bisa menjadi akhir dari kesabaran manajemen.

Berikut ini adalah daftar pelatih Premier League yang kehilangan pekerjaannya setelah timnya terpuruk dalam pertandingan di Eropa:

1. Martin Jol

Pemecatan Martin Jol menjadi salah satu yang paling dramatis. Ia diberhentikan di tengah pertandingan Tottenham Hotspur melawan Getafe di Piala UEFA 2007. Jol bahkan sempat kembali ke pinggir lapangan untuk memimpin tim di babak kedua, dalam suasana yang suram.

Padahal, pelatih asal Belanda ini cukup populer di White Hart Lane, berhasil membawa Tottenham finis di peringkat kelima secara beruntun. Namun, belanja besar di bursa transfer musim panas dan awal musim 2007/2008 yang lambat tidak sesuai dengan harapan pemilik klub, Daniel Levy.

2. Juande Ramos

Juande Ramos dipecat pada 2008 setelah hanya meraih dua poin dari delapan pertandingan pertama di Liga Inggris. Sikapnya yang ketat terhadap penggunaan saus atau bumbu dalam makanan pemain juga memperburuk suasana tim.

Namun, kekalahan 0-2 dari Udinese di fase grup Piala UEFA menjadi pemicu utama keputusan pemecatan. Setelahnya, Harry Redknapp mengambil alih kursi pelatih dan langsung memenangkan pertandingan pertamanya.

3. Roberto Di Matteo

Roberto Di Matteo baru saja mengantarkan Chelsea menjuarai Liga Champions pada Mei 2012. Namun, enam bulan kemudian, ia dipecat setelah kekalahan 0-3 dari Juventus.

Chelsea memang mengalami penurunan performa di musim dingin setelah memulai musim 2012/2013 dengan baik. Sebagai juara bertahan Liga Champions, mereka juga kalah dari Shakhtar Donetsk dan bermain imbang melawan Juventus sebelum dipermalukan di Turin.

Setelah pemecatan Di Matteo, Rafael Benítez ditunjuk sebagai manajer interim. Chelsea kemudian berhasil menjuarai UEFA Europa League.

4. Unai Emery

Unai Emery dipecat oleh Arsenal pada November 2019 setelah kekalahan 1-2 dari Eintracht Frankfurt di Liga Europa. Pertandingan tersebut hanya disaksikan oleh setengah kapasitas penonton di Emirates Stadium.

Sebagai manajer pertama pasca-Arsène Wenger, Emery gagal meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhirnya sebelum diberhentikan. Itu menjadi rentetan tanpa kemenangan terpanjang Arsenal sejak 1992.

Freddie Ljungberg kemudian ditunjuk sebagai pelatih sementara sebelum Mikel Arteta datang sebulan kemudian.

5. Jose Mourinho

Hasil imbang 1-1 melawan Rosenborg di Stamford Bridge pada 2007, di hadapan stadion yang hanya terisi setengahnya, menjadi penutup yang kurang menyenangkan bagi periode pertama Mourinho bersama Chelsea.

Hubungan Mourinho dengan pemilik klub saat itu, Roman Abramovich, memburuk setelah perbedaan pendapat mengenai perekrutan Andriy Shevchenko. Ironisnya, Shevchenko justru mencetak gol ke gawang Rosenborg dalam pertandingan tersebut.

6. Claudio Ranieri

Sembilan bulan setelah membawa Leicester City menjuarai Premier League, Claudio Ranieri dipecat. Saat itu, The Foxes hanya unggul satu poin dari zona degradasi.

Keputusan tersebut memicu reaksi keras dan kesedihan. Pertandingan terakhir Ranieri sebagai pelatih adalah kekalahan 1-2 dari Sevilla di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

"Statusnya sebagai manajer paling sukses dalam sejarah Leicester City tidak diragukan lagi. Namun, hasil di kompetisi domestik musim ini telah menempatkan status Premier League klub dalam ancaman," tulis pernyataan resmi klub saat itu.

7. Thomas Tuchel

Kekalahan 0-1 dari Dinamo Zagreb memang mengecewakan, tetapi Tuchel dipecat karena tidak mau menjadi "anak buah" pemilik klub, Todd Boehly.

Tuchel bahkan dilaporkan pernah meminta Boehly dan rombongannya keluar dari ruang ganti pada September 2022. Ia diberhentikan hanya 16 bulan setelah membawa Chelsea menjuarai Liga Champions.

Boehly kemudian mengeluarkan £20 juta untuk merekrut Graham Potter dari Brighton & Hove Albion.

Recommended