Luhut Prediksi Harga Minyak Dunia Bisa Sentuh US$150

Ketua DEN Luhut Pandjaitan memprediksi harga minyak dunia bisa melonjak hingga US$150 per barel jika konflik AS-Iran meningkat.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan proyeksi terburuk terkait potensi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Kenaikan harga minyak global mulai terasa setelah Iran melakukan blokade terhadap Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak.

Luhut menjelaskan, eskalasi konflik yang lebih tinggi, ditandai dengan serangan Iran terhadap aset Amerika di kawasan Teluk, dapat memicu lonjakan harga minyak hingga mencapai US$ 110-150 per barel.

"Eskalasi itu akan seperti ini Bapak Presiden, yaitu 110-150 dolar. Ini juga serangan langsung Iran ke aset Amerika di Gulf," katanya dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Namun, jika konflik meningkat namun akses Selat Hormuz tetap dibuka secara terbatas, harga minyak diperkirakan berada di kisaran US$ 80-110 per barel.

"Deeskalasi, kami juga akan melihat bahwa itu akan diturunkan US$ 65-80 dolar. Tapi kita semua, ya, hati-hati mengenai ini," ujar Luhut dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Luhut menekankan bahwa situasi saat ini masih sangat fluktuatif, dan Iran diperkirakan tidak akan menutup Selat Hormuz secara permanen.

Menurut Luhut, perekonomian Iran sangat bergantung pada sektor minyak. Selain itu, negara tersebut memiliki fasilitas pengolahan minyak yang signifikan di wilayahnya.

"Iran juga punya kepentingan untuk mereka survive. Jadi Hormuz itu tidak mungkin akan ditutup seterusnya," ujar Luhut.

Recommended