Kehadiran MacBook Neo sebagai laptop termurah Apple, dengan harga mulai dari USD 599, disebut mengguncang industri pasar PC. Co-CEO Asus, S.Y. Hsu, mengungkapkan bahwa peluncuran ini akan memaksa para pemain di industri PC untuk segera memberikan respons.
Dalam sebuah earnings call baru-baru ini, Hsu menyatakan bahwa seluruh pemain industri PC, termasuk Microsoft, Intel, dan AMD, melihat MacBook Neo sebagai ancaman yang serius.
"Mengingat sejarah strategi harga Apple yang premium, peluncuran produk yang sangat terjangkau seperti ini tentu mengejutkan seluruh pasar," kata Hsu, seperti dikutip dari PCMag, Rabu (11/3/2026).
Hsu menambahkan bahwa diskusi intensif mengenai cara bersaing dengan produk ini tengah berlangsung di seluruh ekosistem PC, mengingat rumor tentang MacBook Neo telah beredar selama setahun terakhir.
Meskipun mengakui ancaman dari kompetitor baru ini, Hsu berpendapat bahwa daya tarik MacBook Neo mungkin terbatas. Ia menyoroti memori 8GB yang tidak dapat di-upgrade sebagai salah satu faktor pembatas.
Lebih lanjut, Hsu mengemukakan bahwa MacBook Neo lebih cocok sebagai perangkat untuk mengonsumsi konten, menyerupai fungsi iPad, dan berbeda dari penggunaan laptop pada umumnya. "Ini berbeda dengan penggunaan laptop mainstream," ujarnya.
Namun, ulasan-ulasan awal MacBook Neo justru banyak memuji performa laptop ini. Patrick Tomasso, seorang reviewer, berhasil memutar video 4K di DaVinci Resolve dan Final Cut Pro, mengedit foto di Adobe Lightroom, serta membuka banyak tab di Google Chrome tanpa kendala.
Hsu mengakui kemampuan MacBook Neo, tetapi tetap menekankan adanya perbedaan pengalaman pengguna dibandingkan produk mainstream. "Tentu saja, bukan berarti perangkat ini tidak bisa melakukan semuanya, tapi mempertimbangkan pengalaman pengguna dan keterbatasan hardware, menurut saya, pengalaman yang didapatkan berbeda dengan produk mainstream," kata Hsu.
Pada akhirnya, Hsu menyimpulkan bahwa dampak MacBook Neo terhadap pasar PC masih belum dapat dipastikan karena dinamika persaingan pasar yang sulit diprediksi.
Hsu mengindikasikan bahwa perbedaan sistem operasi mungkin menjadi penghalang bagi pengguna Windows untuk beralih ke MacBook Neo. "Seberapa besar pengaruh (MacBook Neo) terhadap industri PC masih membutuhkan waktu untuk kita amati," kata Hsu.
Ia menambahkan, "Tentu saja, seluruh ekosistem PC Windows akan meluncurkan produk untuk bersaing dengan Apple."