Prabowo Subianto Bahas Kerja Sama Nuklir dengan Rosatom Rusia

Presiden Prabowo Subianto menemui pimpinan Rosatom di Jakarta untuk membahas pengembangan energi nuklir nasional dan transfer teknologi bagi Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan perwakilan perusahaan nuklir negara asal Rusia, Rosatom, di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (12/5/2026). Pertemuan strategis ini bertujuan membahas kemitraan pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai di wilayah Indonesia.

Diskusi yang berlangsung di Jakarta Pusat tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Rosatom, Alexey Likhachev. Dilansir dari Detik Finance, pembicaraan difokuskan pada pembangunan infrastruktur tenaga nuklir, pelatihan personel, hingga aplikasi teknologi nuklir untuk sektor non-energi.

Alexey Likhachev menjelaskan bahwa Indonesia kini memiliki target ambisius dalam memperkuat kemandirian energi melalui tenaga nuklir. Rosatom menawarkan solusi komprehensif yang mencakup reaktor modular kecil, unit pembangkit listrik terapung, hingga proyek tenaga nuklir skala besar.

"Sangat penting bagi kami bahwa dialog antara Rusia dan Indonesia di bidang nuklir berkembang dalam suasana saling percaya dan menghormati," ujar Alexey Likhachev, Direktur Jenderal Rosatom dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

Integrasi energi nuklir ke dalam sistem kelistrikan nasional menjadi sorotan utama mengingat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Selain pengadaan infrastruktur, kerja sama ini juga direncanakan menyasar penguatan kedaulatan teknologi melalui kemitraan jangka panjang.

Momentum pertemuan ini bertepatan dengan peringatan 20 tahun Perjanjian Antar Pemerintah tentang Kerja Sama Penggunaan Energi Atom Secara Damai. Kesepakatan awal tersebut telah ditandatangani oleh kedua negara sejak 1 Desember 2006 sebagai fondasi kolaborasi nuklir bilateral.

Sebelum bertemu Presiden, tim Rosatom telah menjalin komunikasi intensif dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Rusia pada April 2026. Kepala BRIN Arif Satria menekankan pentingnya transfer teknologi masif agar ekosistem nuklir nasional dapat dikelola secara mandiri oleh talenta lokal.

Pemerintah Indonesia saat ini tengah mematangkan langkah konkret untuk mempercepat transisi energi berkelanjutan melalui penjajakan kolaborasi teknis PLTN. Pemanfaatan rekam jejak Rusia di industri nuklir global dinilai sebagai peluang strategis untuk akselerasi penyediaan energi bersih dan stabil.

Recommended