Madura Mart Al-Mubarokah Bersaing dengan Ritel Modern di Bendungan Hilir

Toko kelontong Madura Mart tetap ramai pembeli di tengah kepungan gerai ritel modern di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat pada Rabu (15/4/2026).

Toko kelontong Madura Mart Al-Mubarokah tetap dipadati pelanggan di tengah kepungan berbagai gerai ritel modern di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Rabu (15/4/2026). Meskipun dikelilingi jaringan minimarket besar, arus pembeli di warung sederhana tersebut terpantau konsisten sejak siang hari.

Lokasi toko ini berada tepat di persimpangan Jalan Bendungan Hilir dan Jalan Karet Pasar Baru Barat IV. Berdasarkan laporan dari Detik Finance, posisi Madura Mart tersebut sangat berdekatan dengan gerai Indomaret yang hanya dipisahkan oleh sebuah toko roti di sisi selatan.

Persaingan bisnis di kawasan tersebut tergolong ketat karena dominasi jaringan ritel besar seperti Alfamart, Alfamidi, FamilyMart, hingga Circle K di sepanjang jalur utama. Di sisi utara warung, sebuah gerai Alfamart bahkan beroperasi hanya dengan jarak satu bangunan dari Madura Mart Al-Mubarokah.

Kondisi cuaca yang terik tidak menyurutkan konsumen untuk datang silih berganti menggunakan sepeda motor maupun berjalan kaki. Para pelanggan umumnya membeli kebutuhan cepat saji dalam jumlah kecil, mulai dari air minum kemasan, camilan, hingga produk tembakau.

Pengelola Madura Mart Al-Mubarokah, Jufri, menjelaskan bahwa usaha tersebut telah beroperasi di lokasi Bendungan Hilir selama kurang lebih lima bulan. Toko ini merupakan bagian dari jaringan yang dikelola oleh satu pemilik dengan jangkauan wilayah operasional yang cukup luas.

"Pakai nama Madura Mart ya untuk menunjukkan saja kalau ini warung Madura. Kalau ini kan ada Al-Mubarokah-nya, jadi satu bos. Total ada 18, di Jakarta, Bekasi, Tangerang," kata Jufri, Penjaga Madura Mart Al-Mubarokah sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Ekspansi jaringan toko kelontong ini mencakup 18 titik yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Keberadaan unit usaha tersebut menjadi bukti daya tahan warung tradisional dalam menghadapi penetrasi pasar minimarket modern di pusat kota Jakarta.

Recommended