Mahasiswa: Strategi Atasi Malas Kuliah Setelah Libur Lebaran

Psikolog Unesa bagikan cara mahasiswa mengatasi penurunan motivasi dan fokus setelah libur lebaran. Refleksi dan self-awareness jadi kunci.

Setelah libur Lebaran, kembali ke rutinitas kuliah bisa jadi tantangan. Perasaan lesu atau kesulitan fokus seringkali muncul akibat perubahan kebiasaan selama liburan. Psikolog Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Meita Santi Budiani, memberikan beberapa strategi untuk mengatasi hal ini.

Salah satu cara penting adalah dengan merefleksikan capaian akademik sebelum libur. Refleksi ini membantu mahasiswa mengidentifikasi target yang sudah tercapai dan agenda yang masih tertunda. Dengan demikian, mahasiswa dapat memetakan prioritas baru.

“Penting untuk mengidentifikasi poin mana yang perlu dikejar dalam waktu dekat. Refleksi ini memberikan batasan yang jelas agar kita memiliki kompas untuk kembali fokus pada tujuan,” papar Meita.

Selain itu, penting juga untuk mereaktivasi motivasi diri. Mahasiswa perlu meninjau kembali alasan di balik setiap target akademik, terutama kesiapan setelah lulus.

Dunia kerja saat ini menuntut kemampuan bersaing yang tinggi. Keunggulan kompetitif tidak hanya berasal dari nilai akademik, tetapi juga dari pengembangan soft skill dan keaktifan dalam organisasi.

“Masa transisi ini adalah momentum tepat untuk kembali memacu potensi diri agar siap menghadapi kompetitor di masa depan,” ujar dia.

Self-awareness atau kesadaran diri juga menjadi kunci penting. Mahasiswa yang memahami ritme kerja dan kondisi emosinya akan lebih mudah menentukan cara belajar yang efektif, termasuk mengatur waktu istirahat secara proporsional.

Meita menyarankan penggunaan Metode Pomodoro untuk membantu fokus. Teknik ini dilakukan dengan fokus mengerjakan tugas selama 25 menit, diikuti istirahat singkat selama 5 menit secara berulang.

“Metode ini membantu kita tetap produktif tanpa merasa terbebani secara mental. Kita bisa mulai bekerja bertahap meskipun mood belajar belum sepenuhnya kembali normal,” tutur Meita.

Dengan langkah-langkah reflektif dan teknik kerja yang praktis, mahasiswa diharapkan mampu membangun kembali energi positif. Transisi yang tertata akan membantu penyelesaian tanggung jawab akademik dan membentuk mentalitas yang tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan.

Recommended