Siti Amalia, seorang mahasiswi semester akhir, berupaya meningkatkan pengelolaan keuangannya sebagai persiapan menghadapi kehidupan mendatang. Langkah ini diambil setelah ia mendapatkan pengetahuan tentang literasi keuangan melalui program SPARK- Student Ambassador.
Menurut Amalia, program ini memberikan pemahaman baru tentang pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur. Pemanfaatan aplikasi layanan keuangan digital tidak hanya terbatas pada kegiatan konsumtif, tetapi juga sebagai sarana untuk belajar dan mengatur keuangan secara bijak. Hal ini menjadi krusial, terutama karena ia akan segera memasuki dunia kerja yang menuntut pengaturan pemasukan dan pengeluaran secara rutin.
"Sejujurnya, dulu saya hanya mencatat pengeluaran, itu pun tidak konsisten. Setelah ikut workshop, saya mulai memisahkan rekening untuk pemasukan, tabungan atau investasi, dan pengeluaran sehari-hari. Cara ini membuat keuangan saya jauh lebih terkontrol dan terarah," kata Amalia dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
SPARK, sebuah program yang diinisiasi oleh SeaBank dan ShopeePay Indonesia, bekerja sama dengan berbagai universitas untuk mempromosikan praktik literasi keuangan. Tujuannya bukan sekadar penggunaan layanan digital, melainkan membangun sistem finansial yang lebih sehat sejak dini.
Melalui program ini, Amalia berharap dapat mencatat keuangannya secara lebih konsisten dan memberikan pengalaman berharga kepada rekan-rekannya.
Raihan Naufal, mahasiswa lain yang mengikuti program tersebut, juga menyampaikan pendapat serupa. Ia mengungkapkan bahwa ia mulai melihat pengelolaan uang sebagai sebuah sistem yang membantunya dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan aplikasi layanan keuangan tidak lagi hanya sebatas administrasi pembayaran.
"Tapi bagaimana kita bisa membangun sistem yang membantu kita mengambil keputusan finansial yang lebih bijak untuk jangka panjang," ucap Raihan.
Raihan dan Amalia kini lebih memahami pentingnya penggunaan uang secara bijak melalui berbagai layanan keuangan digital yang tersedia di Indonesia. Mereka berkomitmen untuk membangun kebiasaan memisahkan dana untuk kebutuhan harian, tabungan, dan investasi.
"Pendekatan dengan edukasi seperti ini aku rasa penting sekali. Materi dengan penjelasan yang kuat, topik juga dekat dengan kehidupan mahasiswa, hingga interaksi langsung. Lebih efektif, karena teorinya juga sedikit," tutup Raihan.