Para arkeolog di Bulgaria berhasil mengungkap sebuah makam berusia sekitar 6.500 tahun yang menyimpan lebih dari 1,5 kilogram emas. Temuan signifikan ini, dilansir dari Detik iNET, Senin (30/3/2026), menjadi salah satu bukti paling awal mengenai penggunaan emas oleh peradaban manusia.
Situs penemuan tersebut adalah Varna Necropolis, sebuah kompleks pemakaman prasejarah yang sangat penting di benua Eropa. Dari ratusan kuburan yang telah diteliti di area itu, sebuah makam khusus, yang diberi nama Grave 43, menarik perhatian para ilmuwan.
Di dalam Grave 43, para peneliti menemukan kerangka seorang pria yang dimakamkan bersama artefak emas dengan berat total melebihi 1,5 kg. Berbagai benda emas ini, mulai dari perhiasan hingga objek simbolis, mengindikasikan bahwa individu yang dikubur kemungkinan besar memiliki kedudukan sosial yang tinggi, seperti pemimpin atau tokoh penting pada masanya.
Laporan penelitian tersebut menegaskan bahwa emas yang ditemukan bukan sekadar harta, melainkan "bukti awal kekuasaan dan status." Pentingnya penemuan ini tidak hanya terletak pada jumlah emasnya, tetapi juga pada maknanya bagi pemahaman sejarah manusia.
Analisis menunjukkan bahwa emas tersebut telah melalui proses pengolahan dan dibentuk menggunakan teknik metalurgi awal, bukan hanya ditemukan dalam bentuk alami. Para peneliti dalam studi tersebut menjelaskan, "Ini membuktikan manusia sudah mengembangkan teknik metalurgi maju pada Zaman Tembaga."
Hal ini menyiratkan bahwa sekitar 6.500 tahun yang lalu, manusia sudah mencapai tingkat kemampuan teknologi dan organisasi sosial yang cukup rumit. Artefak emas ini diperkirakan berasal dari periode antara 4.600 hingga 4.200 SM, menjadikannya lebih tua dibandingkan Piramida Mesir yang sangat dikenal.
Situs Varna Necropolis menyimpan lebih dari 3.000 artefak emas dengan total bobot sekitar 6 kg, menjadikannya salah satu koleksi emas tertua yang pernah ditemukan di dunia. Studi lebih lanjut mengenai pola pemakaman juga mengungkapkan adanya perbedaan status sosial yang mendalam di masyarakat kala itu.
Tidak semua makam yang ditemukan memiliki emas dalam jumlah besar. Hanya beberapa kuburan tertentu yang sangat kaya, sebuah indikasi jelas adanya hierarki sosial. "Pola pemakaman menunjukkan adanya struktur sosial dan kelas elite," ungkap para arkeolog.
Selain emas, para peneliti juga menemukan benda-benda lain, seperti batu langka dan cangkang laut yang berasal dari wilayah jauh. Temuan ini menandakan bahwa masyarakat pada masa itu telah melakukan perdagangan jarak jauh dan memiliki jaringan pertukaran barang yang terorganisasi.
Penemuan luar biasa ini dianggap sebagai salah satu bukti paling awal yang menunjukkan bahwa konsep kekayaan, kekuasaan, dan status sosial telah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun silam. Makam ini memberikan gambaran bahwa peradaban manusia berkembang lebih cepat dan lebih kompleks dari perkiraan sebelumnya.