Manchester United mulai merencanakan era baru pasca-kepergian Casemiro dari Old Trafford.
Manajemen klub bergerak cepat mencari pengganti yang bisa menjaga keseimbangan lini tengah setelah Casemiro dipastikan hengkang di akhir musim. Nama Ibrahim Sangaré, gelandang asal Pantai Gading, mencuat sebagai kandidat utama.
MU mengubah strategi rekrutmen dengan memprioritaskan pemain berpengalaman di Premier League. Adaptasi cepat dinilai penting dalam ketatnya persaingan liga. Departemen perekrutan klub telah memangkas daftar incaran menjadi beberapa opsi utama, dengan Sangaré sebagai yang terdepan.
Sangaré, mantan pemain PSV Eindhoven, dikenal sebagai gelandang bertahan dengan fisik kuat, duel udara dominan, dan kemampuan merebut bola. Gaya bermainnya yang agresif membuatnya dijuluki "monster".
Berbeda dengan pemain seperti Elliot Anderson atau Adam Wharton yang lebih teknis, Sangaré lebih mendekati karakter Casemiro: disiplin bertahan, solid dalam transisi, dan menjadi tameng di depan bek tengah.
Musim ini, ia tampil reguler bersama Nottingham Forest dan menjadi figur sentral di lini tengah. Konsistensinya terlihat setelah Piala Afrika, dengan enam penampilan liga penuh 90 menit berturut-turut.
Pertimbangan Usia dan Harga
Faktor pengalaman menjadi daya tarik tersendiri bagi MU meski Sangaré akan berusia 29 tahun akhir tahun ini. Klub membutuhkan pemain yang siap pakai dalam situasi transisi, bukan sekadar proyek jangka panjang.
Sangaré dianggap sebagai opsi yang lebih realistis secara finansial dibandingkan target lain dengan banderol hingga £100 juta. Efisiensi transfer menjadi pertimbangan penting bagi manajemen.
Ketertarikan MU bisa menguat jika Nottingham Forest gagal bertahan di Premier League. Peluang merekrut Sangaré dengan harga lebih terjangkau akan terbuka jika Forest terdegradasi.
Sumber: Sportsmole