Matahari Terbenam Hari Ini 8 Maret 2026, Catat Jam Tepat Berbuka di Kotamu!

Hari ini bertepatan dengan hari ke-18 Ramadan 1447 H, dan jutaan umat Muslim di seluruh Indonesia menanti satu momen paling dinanti saat matahari terbenam hari

Hari ini bertepatan dengan hari ke-18 Ramadan 1447 H, dan jutaan umat Muslim di seluruh Indonesia menanti satu momen paling dinanti saat matahari terbenam hari ini menandai waktu berbuka puasa. Tapi tahukah kamu, waktu tepatnya berbeda di setiap kota?

Indonesia yang terbentang luas menyebabkan matahari terbit dan terbenam tidak bersamaan. Saat warga Papua sudah menyantap hidangan berbuka, warga Aceh masih harus menahan lapar selama hampir dua jam lagi. Inilah mengapa mencatat waktu Maghrib sesuai kota masing-masing begitu krusial.Jam Berapa Matahari Terbenam Hari Ini? Ini Data Resmi Kemenag

Berdasarkan data astronomis Bimas Islam Kementerian Agama RI, berikut perkiraan waktu Maghrib atau matahari terbenam hari ini, 8 Maret 2026 untuk beberapa kota besar:

  • Jakarta — sekitar pukul 18.09–18.13 WIB
  • Bandung — sekitar pukul 18.14–18.16 WIB
  • Surabaya — sekitar pukul 17.49–17.51 WIB
  • Medan — sekitar pukul 18.41–18.43 WIB
  • Makassar — sekitar pukul 18.10–18.12 WITA

Angka-angka di atas merujuk pada pola pergerakan matahari di pertengahan Maret, dan jadwal ini dapat bergeser beberapa detik tergantung koordinat spesifik lokasi masing-masing. Selalu gunakan kumandang azan dari masjid setempat sebagai penanda utama membatalkan puasa.

Kenapa Waktu Berbuka Berbeda Tiap Kota?

Ini bukan soal kebijakan, tapi soal sains. Perbedaan waktu antar kota disebabkan oleh koordinat geografis masing-masing wilayah yang mempengaruhi posisi matahari.

Kota yang berada lebih jauh ke timur secara alami akan lebih cepat menyaksikan matahari terbenam. Makanya Surabaya berbuka jauh lebih awal dari Medan meski keduanya sama-sama di zona WIB.

Jadwal imsakiyah resmi disusun khusus untuk setiap provinsi, kabupaten, dan kota, memuat waktu imsak, shubuh, terbit matahari, zuhur, asar, maghrib, dan isya secara lengkap untuk seluruh hari selama bulan Ramadan. Untuk data paling akurat dan spesifik per kecamatan, masyarakat bisa langsung mengakses laman bimasislam.kemenag.go.id.

Ramadan Hari ke-18 Momentum Penuh Berkah

Matahari terbenam hari ini bukan sekadar penanda waktu makan. Di hari ke-18 Ramadan, umat Muslim memasuki fase terakhir dari 10 hari kedua bulan suci fase yang dalam tradisi Islam dikenal sebagai fase maghfirah atau pengampunan.

Menjelang matahari terbenam hari ini, banyak warga yang memilih ngabuburit di taman kota, tepi sungai, atau kawasan kuliner lokal. Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara populer untuk menikmati suasana senja jelang Maghrib. Pemandangan langit sore yang kemerahan menjadi momen tersendiri yang sayang dilewatkan.

Tips Berbuka yang Sesuai Sunnah

Tepat saat azan Maghrib berkumandang dan matahari terbenam hari ini terjadi, ada beberapa sunnah yang dianjurkan:

Sunnah berbuka puasa antara lain menyegerakan berbuka saat azan Maghrib, berbuka dengan kurma atau air putih, membaca doa berbuka, serta tidak berlebihan dalam makan.

Doa berbuka yang sahih sesuai riwayat adalah: "Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah" artinya, telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat nadi, dan semoga pahala ditetapkan oleh Allah.

Jangan langsung menyantap makanan berat. Mulailah dengan air putih suhu ruang dan kurma, lalu laksanakan shalat Maghrib, baru kemudian makan lengkap.

Cek Jadwal Akurat Sesuai Kotamu

Karena waktu matahari terbenam hari ini berbeda hingga beberapa menit antarkota, sangat disarankan untuk selalu memeriksa jadwal resmi. Kemenag menyediakan data ini secara terbuka agar bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke. 

Caranya mudah buka bimasislam.kemenag.go.id, pilih provinsi dan kota, lalu unduh jadwal imsakiyah dalam format PDF atau pantau secara langsung melalui aplikasi Pusaka milik Kemenag RI.

Selamat berbuka puasa. Semoga ibadah hari ke-18 ini diterima dan penuh keberkahan.

Recommended