Program makan bergizi gratis (MBG) akan dihentikan sementara memasuki periode libur Lebaran 2026. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan informasi ini.
Dadan menjelaskan bahwa penyaluran MBG terakhir akan dilakukan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Penyaluran untuk anak sekolah sudah dihentikan setelah memasuki masa libur Lebaran.
"Untuk MBG kan kita terakhir hari besok ya untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita. Anak sekolah kan sudah dimatikan," kata Dadan di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (16/3/2026).
Dengan demikian, program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini akan dihentikan sementara mulai Rabu (18/3). Penyaluran kembali MBG dijadwalkan mulai Selasa (31/3).
"Kita akan menyalurkan kembali nanti di tanggal 31 Maret 2026," ujarnya.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi serapan anggaran program MBG telah mencapai Rp 44 triliun per 9 Maret 2026. Program ini telah menjangkau 61,62 juta penerima.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjelaskan program MBG ini dijalankan melalui 25 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia. Penerima program ini tersebar mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan.
Suahasil menyampaikan bahwa pada Februari, terdapat sekitar 50 juta siswa dan 10,5 juta penerima non-siswa, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers APBN Kita, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).
Suahasil memastikan bahwa program MBG berjalan dengan tata kelola yang baik dan efisien, serta anggarannya tersedia.
"Tentu ini akan terus kita pastikan dupaya dijalankan dengan tata kelola yang baik, dijalankan dengan efisien dan anggarannya tersedia untuk makan bergizi gratis ini," imbuhnya.