Mediflow Ekspansi Teknologi Ventilasi ke Rumah Sakit Indonesia

Perusahaan med-tech Mediflow resmi masuk ke pasar Indonesia pada Kamis (30/4/2026) guna menekan angka infeksi rumah sakit melalui teknologi ventilasi.

Perusahaan teknologi kesehatan asal Australia, Mediflow, secara resmi mengumumkan ekspansi strategis ke pasar Indonesia pada Kamis (30/4/2026) untuk memperkuat infrastruktur rumah sakit berstandar internasional. Langkah ini diambil guna mengatasi tingginya kebutuhan akan keselamatan prosedur bedah di tanah air.

Ekspansi tersebut didorong oleh data yang menunjukkan tingkat infeksi di Indonesia diperkirakan mencapai tiga kali lebih tinggi dibandingkan standar global, sebagaimana dilansir dari Medcom. Kehadiran Mediflow di Indonesia mengikuti jejak kesuksesan perusahaan tersebut di Australia dan Thailand.

Fokus utama solusi yang ditawarkan adalah sistem aliran udara bersih dan filtrasi HEPA yang terintegrasi di lingkungan rumah sakit. Teknologi ini dirancang untuk meminimalkan risiko kontaminasi udara yang menjadi penyebab 90 persen infeksi pada prosedur bedah bersih.

"Tata kelola klinis dimulai dari transparansi dengan menganalisis hasil untuk terus meningkatkan keselamatan pasien," ujar Jordan Gear, Founder dan Managing Director Mediflow. Ia menekankan bahwa ruang operasi merupakan aset strategis yang memengaruhi hasil klinis pasien.

Jordan juga mengungkapkan bahwa Infeksi Luka Operasi (SSI) memberikan beban finansial yang signifikan bagi fasilitas kesehatan. Biaya penanganan per kasus infeksi tersebut diperkirakan dapat menghabiskan dana antara USD10.000 hingga USD100.000.

Mediflow menyediakan solusi modular yang menyatukan sistem aliran udara, pencahayaan bedah, serta struktur penunjang dalam satu platform. Integrasi ini diklaim mampu mempercepat proses renovasi maupun pembangunan fasilitas kesehatan baru di berbagai daerah.

Australia Trade and Investment Commissioner, Lauren Adams, menyatakan komitmennya untuk mendukung transformasi kesehatan Indonesia melalui kemitraan ini. Pakar mikrobiologi klinis dr. Ridha Wahyutomo turut menambahkan bahwa pengendalian kualitas udara seperti tekanan udara sering kali terabaikan dalam transmisi infeksi.

Dokter spesialis ortopedi, Dr. Ricky Edwin P. Hutapea, menegaskan bahwa infrastruktur lingkungan adalah pilar utama keselamatan pasien. Kehadiran teknologi ini di kawasan ekonomi khusus seperti D-HUB SEZ diharapkan menjadi katalisator bagi rumah sakit domestik untuk mencapai daya saing layanan global.

Recommended