Memahami Prinsip Dasar Muhammadiyah Sebelum Bergabung

Memahami ideologi Muhammadiyah menjadi syarat mutlak sebelum bergabung. Muhammadiyah berpegang pada empat prinsip moderasi.

Kekuatan utama Muhammadiyah terletak pada sistem gerakannya yang terstruktur. Organisasi ini menjalankan dakwah berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah al-Maqbulah, serta berpegang teguh pada empat prinsip moderasi.

Sebelum seseorang memutuskan untuk bergabung menjadi bagian dari Muhammadiyah, pemahaman mendalam tentang ideologi organisasi ini menjadi hal yang sangat penting.

Muhammadiyah adalah gerakan yang tersistem. Dalam Muqaddimah AD Muhammadiyah poin keenam disebutkan bahwa perjuangan untuk mewujudkan cita-cita Islam hanya dapat dicapai melalui organisasi.

Muhammadiyah adalah persyarikatan yang mengedepankan pandangan kolektif, bukan perkumpulan sosial tanpa tujuan yang jelas. Setiap anggota dan pimpinan wajib menghindari tindakan individu atau agenda pribadi dalam menghadapi tantangan, baik di tingkat lokal maupun global. Semua tindakan harus dikoordinasikan melalui sistem organisasi yang kuat untuk menjaga integritas gerakan.

Empat Prinsip Dasar Muhammadiyah dalam Beragama

Muhammadiyah berpegang teguh pada empat prinsip moderasi dalam menjalankan dakwah yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah al-Maqbulah:

Toleransi (Tasamuh)

Muhammadiyah tidak menghakimi kelompok lain. Keputusan Majelis Tarjih berfungsi sebagai pedoman internal bagi anggota Persyarikatan, tanpa memaksa pihak lain untuk mengikuti.

Independensi Mazhab

Muhammadiyah tidak terikat pada mazhab fikih atau kalam tertentu. Ijtihad dilakukan dengan merujuk langsung pada sumber murni Islam, sambil tetap menghormati pandangan para fukaha terdahulu sebagai bagian dari khazanah intelektual.

Keterbukaan

Sebagai gerakan yang progresif, Muhammadiyah terbuka terhadap kritik. Masukan diterima sebagai alat evaluasi diri.

Menghargai Keragaman

Muhammadiyah mengakui adanya keragaman (tanawwu’) dalam tata cara ibadah dan menghormati perbedaan tersebut selama memiliki dasar yang kuat.

Menjaga Jarak dari Politik Praktis

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dengan tegas mengingatkan agar warga dan elit Muhammadiyah tidak terlibat dalam politik praktis. Gerakan yang menggunakan isu kebangsaan, keagamaan, atau pesan amar ma’ruf nahi munkar sebagai kedok untuk mencapai kekuasaan politik dianggap berada di luar prinsip Muhammadiyah.

Muhammadiyah memilih jalur kemasyarakatan non-politik praktis dalam menyelesaikan masalah bangsa. Pendekatan yang digunakan melibatkan nalar Bayani (teks), Burhani (rasio/konteks), dan Irfani (rasa/intuisi) yang terintegrasi.

Ber-Muhammadiyah dengan Pedoman yang Kokoh

Setiap tindakan amar ma’ruf nahi munkar harus didasarkan pada musyawarah dan sesuai dengan Kepribadian serta Khittah Muhammadiyah. Kader tidak boleh menggunakan standar pribadi atas nama Muhammadiyah dalam gerakan politik yang bertentangan dengan tujuan organisasi.

Memahami ideologi Muhammadiyah adalah syarat utama sebelum menjadi warga Muhammadiyah. Dengan berpedoman pada Matan Keyakinan, Kepribadian, dan Khittah, Muhammadiyah dapat terus berlayar menuju cita-cita mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, tanpa kehilangan arah di tengah perubahan zaman.

Recommended