Mendikdasmen Abdul Mu’ti Bagikan Kisah Mudik Penuh Kenangan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti membagikan pengalaman mudiknya ke Kudus, Jawa Tengah, yang selalu berbeda tiap tahun sejak 2002.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menceritakan beragam pengalaman mudiknya menuju kampung halaman di Kudus, Jawa Tengah. Sejak menetap di Jakarta pada tahun 2002, setiap perayaan Idulfitri ia rutin melaksanakan perjalanan mudik.

Mu'ti mengungkapkan bahwa dari 24 kali perjalanan mudik yang telah dilaluinya, tidak ada satu pun pengalaman yang serupa setiap tahunnya. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Halalbihalal Kemendikdasmen di Gedung Kemendikdasmen pada Senin, 30 Maret 2026, seperti dilansir dari Medcom.

Salah satu kenangan mudik yang tak terlupakan adalah ketika Mu'ti harus menempuh perjalanan darat ke Kudus selama dua hari akibat kemacetan parah. Titik kemacetan terparah yang diingatnya adalah saat keluar dari tol Brebes, sebuah momen yang ia kaitkan dengan ramainya isu 'Brexit' di Inggris kala itu.

Selain pengalaman macet, Mu'ti juga berbagi cerita lucu saat beristirahat di sebuah warung dalam perjalanan. Ia kaget ketika melihat tayangan televisi di warung tersebut menampilkan dirinya sendiri. "Saya di warung sambil berbuka begitu nonton TV, eh TV-nya menayangkan saya. Karena tapping waktu itu, sehingga wah saya nonton diri sendiri ini," tutur Mu'ti.

Mendikdasmen Mu'ti juga memiliki gaya khas saat mudik. Ia selalu mengenakan jaket dan topi bisbol, yang menurutnya bertujuan agar tidak dikenali oleh banyak orang, terutama saat singgah di tempat makan seperti Sate Batibul di Tegal.

Perjalanan mudik Mu'ti ke Kudus pada 18 Maret 2026 ini dilakukan melalui jalur darat. Bagi Mu'ti, momen Idulfitri melalui mudik mengandung tiga esensi penting.

Momen Penting Mudik Idulfitri

Pertama, ia menyebutnya sebagai momen penyegaran atau refreshing. Momen ini memiliki dua makna, yaitu penyegaran secara spiritual dan penyegaran sosial.

Kedua, mudik adalah momen reuni. Kesempatan untuk berkumpul kembali dengan keluarga, bertemu teman sekolah, dan sahabat lama. Mu'ti menyebutkan bahwa sebagian teman lamanya kini telah menjadi kakek dan nenek.

Ketiga, Idulfitri juga menjadi momentum rekreasi. Selama periode libur ini, seseorang bisa mendapatkan ide atau gagasan baru. Mu'ti melihat bahwa momentum mudik adalah bagian dari upaya untuk mendapatkan inspirasi, memperbaiki diri, serta meningkatkan kinerja sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

Recommended