Di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah, Selat Hormuz menjadi fokus perhatian global. Lebih dari 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur perairan ini setiap hari.
Meski Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa selat tersebut tetap terbuka, kekhawatiran akan keamanan jalur ini berdampak pada ekonomi global. Seberapa pentingkah perairan ini, dan siapa saja yang paling terpengaruh jika terjadi masalah?
Selat Hormuz adalah satu-satunya jalur laut yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Lebih dari seperlima ekspor minyak dan gas alam cair dunia melewati selat ini setiap hari, menjadikannya sangat penting bagi pasokan energi global.
Lebar selat ini bervariasi antara 55 hingga 95 kilometer, memisahkan Iran di utara dari eksklave Musandam milik Oman di selatan Semenanjung Arab. Bandar Abbas, pelabuhan penting Iran, terletak di sisi utara, bersama dengan pulau-pulau seperti Qeshm, Hormuz, Hengam, dan Larak.
Uni Emirat Arab (UEA) juga berada di dekat selat ini, sekitar 65 hingga 80 kilometer dari titik tersempitnya. Kapal tanker menggunakan jalur masuk dan keluar selebar 3 kilometer, dipisahkan oleh zona penyangga selebar 3 kilometer.
Jalur pelayaran ini sebagian besar berada di perairan teritorial Oman dan sebagian lagi di perairan Iran, namun tunduk pada hukum maritim internasional berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Iran mengendalikan bagian utara, sedangkan Oman menguasai bagian selatan.
Negara-Negara di Sekitar Selat Hormuz
Berikut adalah daftar negara-negara yang berada di sekitar Selat Hormuz dan tingkat ketergantungan mereka pada jalur strategis ini:
- Iran: Mengendalikan sisi utara Selat Hormuz dan memiliki pengaruh besar atas pergerakan kapal. Iran adalah pemasok utama minyak mentah, terutama ke China.
- Oman: Menguasai sisi selatan melalui eksklave Musandam dan memainkan peran penting dalam keamanan maritim kawasan. Oman juga merupakan pemasok LNG yang terdampak langsung jika selat tertutup.
- Uni Emirat Arab (UEA): Berada dekat dengan selat dan merupakan eksportir minyak utama. UEA memiliki kemampuan mengalihkan sebagian ekspornya melalui Fujairah.
- Qatar: Pemasok LNG terbesar yang sangat bergantung pada Selat Hormuz. Fasilitas industri Qatar pernah terkena serangan drone Iran, menghentikan sementara produksi.
- Arab Saudi: Produsen dan eksportir minyak terbesar yang sangat mengandalkan Selat Hormuz. Dilaporkan meningkatkan volume pemuatan minyak mentah di tengah ketegangan.
- Kuwait: Produsen minyak utama yang bergantung pada Selat Hormuz untuk ekspor. Gangguan di jalur ini akan berdampak langsung pada kapasitas distribusi minyak.
- Irak: Eksportir minyak terbesar yang mengandalkan Selat Hormuz. Penutupan selat akan memukul pemasukan negara secara signifikan.
- Bahrain: Selain sebagai produsen minyak, Bahrain juga menjadi pangkalan Angkatan Laut Kelima Amerika Serikat, yang berperan penting dalam menjaga keamanan di selat ini.