Menhub Soroti Masalah Penerbangan dan Minta Perbaikan Layanan

Menhub Dudy Purwagandhi menyoroti masalah klasik penerbangan seperti delay dan fasilitas bandara yang belum optimal.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyoroti sejumlah persoalan klasik dalam dunia penerbangan Indonesia. Beberapa di antaranya meliputi keterlambatan penerbangan (flight delay), kualitas fasilitas bandara yang belum optimal, dan pengalaman perjalanan penumpang yang belum sepenuhnya memuaskan.

Menurut Menhub, gangguan layanan semacam itu kini dengan cepat menjadi sorotan publik, yang berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap industri penerbangan.

"Di era keterbukaan informasi seperti sekarang, setiap gangguan layanan penerbangan dapat dengan cepat menjadi perhatian publik dan mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap industri penerbangan," ujar Dudy saat menghadiri Aviation Sharing Sessions yang dilakukan Ditjen Perhubungan Udara, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).

Menhub juga mengingatkan maskapai dan seluruh pihak terkait untuk memberikan perhatian khusus terhadap isu ini, terutama menjelang musim mudik Lebaran yang biasanya meningkatkan volume perjalanan. Selain itu, Dudy mengakui adanya tantangan eksternal seperti fluktuasi harga avtur dan kebutuhan investasi teknologi yang tinggi, tetapi menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kualitas pelayanan.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, Menhub mengimbau para pelaku industri penerbangan untuk mengambil langkah-langkah strategis, termasuk memperkuat digitalisasi layanan penerbangan atau Smart Aviation. Pemerintah juga mendorong pengembangan konsep airportpreneurship, yang bertujuan menjadikan bandara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, tidak hanya sebagai simpul transportasi.

Modernisasi sistem navigasi penerbangan dan peningkatan kualitas infrastruktur juga menjadi bagian penting dari transformasi ini. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan, serta memperkuat keselamatan dan ketepatan waktu penerbangan.

Dalam upaya mendorong transformasi sektor penerbangan, pemerintah menekankan empat faktor penting yang harus diperhatikan oleh seluruh pemangku kepentingan, yakni aspek keselamatan dan keamanan (safety and security), sinergi dan kolaborasi, perhatian pada detail operasional, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai ketidakpastian.

"Keselamatan penerbangan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan maupun operasional. Pada saat yang sama, kolaborasi antar pemangku kepentingan juga perlu terus diperkuat agar transformasi sektor ini dapat berjalan optimal," tambah Dudy.

Dudy juga berpendapat bahwa transformasi sektor penerbangan memerlukan kerja sama erat antara regulator, operator, dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Pendekatan yang terintegrasi dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

"Kita harus selalu siap menghadapi ketidakpastian yang dapat muncul kapan saja di industri penerbangan. Karena itu, koordinasi yang kuat, pengawasan yang konsisten, dan kesiapan operasional menjadi kunci menjaga keandalan layanan penerbangan nasional," pungkas Dudy.

Recommended