Menkeu Bantah Ekonomi Indonesia Morat-marit

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan bahwa ekonomi Indonesia sedang dalam kondisi morat-marit.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah penilaian sejumlah ekonom di media sosial yang menyebut ekonomi Indonesia sedang morat-marit. Penegasan ini disampaikan saat sidang Kabinet di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya meyakinkan Prabowo bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh dari kata morat-marit.

"Jadi kita jauh dari apa yang disebut dengan namanya morat-marit kata ekonom-ekonom di luar itu Pak, di TikTok banyak yang ngomong gitu," kata Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Purbaya juga menepis anggapan bahwa Indonesia mengalami resesi dan tinggal menunggu kehancuran. Menurutnya, data ekonomi terbaru menunjukkan hal yang sebaliknya.

"Di luar banyak yang bilang kita sudah resesi Pak, ekonom-ekonom yang agak aneh bilang kita sudah resesi, tinggal tunggu hancurnya," tambah Purbaya.

Menurut Purbaya, kondisi suplai ekonomi Indonesia saat ini berada dalam keadaan yang baik. Hal ini tercermin dari purchasing managers index (PMI) pada bulan Februari yang mencapai 53,8, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

"Jadi betul-betul ada perbaikan yang kuat di sektor manufaktur, artinya sisi suplai tumbuh dengan kuat. Ini bukan data dari BPS tapi dari pihak lain yang mengkonfirmasi bahwa ekonomi kita memang sedang tumbuh," sambung Purbaya.

Purbaya menjelaskan bahwa inflasi nasional pada Februari 2026 cukup tinggi, yaitu 4,76% secara year-on-year (YoY). Namun, ia menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh diskon tarif listrik yang diberikan pemerintah pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang membuat angka inflasi saat itu sangat rendah.

"Kalau kita hilangkan data-data subsidi listrik bulan Januari-Februari tahun lalu, sebenarnya inflasi kita hanya sekitar 2,59% pak. Jadi kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi, ekonominya nggak kepanasan," paparnya.

Purbaya menambahkan bahwa data lain juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya adalah angka penjualan mobil yang tumbuh 12,2% pada Februari 2026.

Recommended