Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mewaspadai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sejumlah sektor manufaktur dalam negeri akibat eskalasi konflik di Timur Tengah pada Selasa (5/5/2026). Gejolak geopolitik global tersebut dinilai memberikan tekanan signifikan terhadap rantai pasok dan pasar ekspor Indonesia.
Dilansir dari Detik Finance, Agus Gumiwang menyatakan bahwa kondisi sulit ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, melainkan juga menjadi tantangan global. Pemerintah kini memberikan perhatian serius pada sektor manufaktur yang terdampak pelemahan pasar dan kenaikan harga bahan baku produksi.
"Kita ini sekarang dalam kondisi yang memang harus diberi perhatian, dan yang menghadapi kondisi ini bukan hanya Indonesia," kata Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.
Agus menjelaskan bahwa tekanan yang terjadi saat ini mencakup gangguan distribusi logistik dan pembengkakan biaya bahan baku. Meski demikian, ia optimis dampak tersebut bersifat sementara karena industri nasional memiliki rekam jejak resiliensi yang kuat saat menghadapi krisis besar sebelumnya.
Kekhawatiran mengenai pengurangan tenaga kerja ini sejalan dengan laporan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Pada Senin (4/5/2026), KSPI memperingatkan adanya risiko PHK massal dalam tiga bulan ke depan berdasarkan koordinasi internal antara serikat pekerja dan pihak manajemen perusahaan.
Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan bahwa industri tekstil dan produk tekstil (TPT), termasuk subsektor benang, kain, hingga polyester, menjadi area yang paling rentan. Selain itu, industri plastik juga tertekan akibat lonjakan harga bahan baku impor yang dipicu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Dampak lanjutan dari krisis ini diprediksi akan merembet ke sektor elektronik dan otomotif yang bergantung pada komponen berbahan plastik. Sementara itu, sektor semen mulai menghadapi situasi kelebihan pasokan karena permintaan pasar domestik dan global yang menurun drastis akibat ketidakpastian situasi di Timur Tengah.