Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap kritik tajam yang dialamatkan kepada pemainnya, Shayne Pattynama. Souza menegaskan bahwa bek naturalisasi tersebut memiliki kualitas yang mumpuni, meskipun saat ini minim kesempatan bermain.
Pembelaan ini disampaikan Souza dalam konferensi pers yang diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, pada Jumat (10/4/2026), menjelang laga Persija melawan Persebaya Surabaya. Souza mengindikasikan bahwa alasan utama minimnya waktu bermain Shayne adalah performa gemilang Dony Tri Pamungkas.
Menurut Souza, Dony Tri Pamungkas sedang berada dalam kondisi puncak penampilannya, menjadikannya pilihan utama di posisi fullback maupun wingback kiri Persija. Shayne Pattynama sendiri, yang didatangkan dari Buriram United pada pertengahan musim, baru tampil enam kali dengan total 48 menit bermain. Dony Tri justru menjadi pemain inti sebanyak 17 kali dari 19 pertandingan musim ini.
"Saya tidak sependapat dengan kritik terhadap Shayne. Ia memiliki potensi besar, tetapi saat ini Dony sedang berada dalam performa yang sangat konsisten," ujar Souza, seperti dikutip dari Bola.
Selain persaingan ketat, faktor lain yang memengaruhi menit bermain Shayne adalah riwayat cederanya. Sebelum bergabung dengan Persija, Shayne sempat absen selama tiga bulan akibat cedera serius. "Shayne memang memiliki menit bermain yang lebih sedikit dan baru pulih dari cedera. Namun, ketika dimainkan, ia memberikan kontribusi positif dan tetap memiliki masa depan yang baik untuk tim maupun Timnas Indonesia," tambah Souza.
Kritik Tajam dari Pengamat Sepak Bola dan Reaksi Mantan Pemain
Sebelumnya, pengamat sepak bola Binder Singh melayangkan kritik tendensius kepada Shayne Pattynama. Binder menyebut Shayne "tidak bisa bermain sama sekali" setelah Persija Jakarta kalah 2-3 dari Bhayangkara FC pada pekan ke-26 Liga 1 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandarlampung, pada 5 April 2026. Shayne masuk pada menit ke-77 menggantikan Dony Tri Pamungkas dan dianggap bertanggung jawab atas gol kemenangan Bhayangkara FC yang dicetak Moussa Sidibe di menit ke-90+5.
Binder mempertanyakan kualitas Shayne sebagai pemain diaspora yang seharusnya memiliki level lebih tinggi dari pemain lokal. Kritik ini kemudian memicu reaksi keras dari mantan penyerang Persija dan Timnas Indonesia, Greg Nwokolo. Melalui unggahan di Instagram Story-nya pada Kamis (9/4/2026), Greg meluapkan kekesalannya.
"Tipe pengamat seperti ini adalah alasan mengapa suporter Indonesia tidak pernah benar-benar memahami sepak bola, karena mereka setiap hari mengikuti dan mendengarkan orang seperti Anda," tulis Greg. Ia menambahkan, "Sungguh memalukan bahwa seorang komentator atau pembawa acara olahraga mengatakan hal seperti ini tentang seorang pemain di media. Hal itu menunjukkan betapa bodohnya Anda dan nol pengetahuan Anda tentang sepak bola, Anda seharusnya tidak menjadi pengamat. Maaf untuk mengatakannya, tetapi Anda adalah aib bagi sepak bola Indonesia!"
Dukungan Pelatih untuk Shayne
Souza menegaskan bahwa meski Shayne masih beradaptasi, kontribusinya tetap terlihat positif setiap kali dimainkan. Ia percaya Shayne akan terus memberikan dampak signifikan bagi tim di masa depan, termasuk untuk Timnas Indonesia. Dukungan dari pelatih ini diharapkan dapat meredakan tekanan yang diterima Shayne Pattynama dari publik dan pengamat sepak bola.