PT Ekamas Mora Republik Tbk atau MoraRepublic resmi beroperasi sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi dan layanan fiber to the home (FTTH) terpadu pada Sabtu, 25 April 2026. Entitas baru ini terbentuk melalui penggabungan strategis antara PT Mora Telematika Indonesia Tbk dan PT Eka Mas Republik.
Dilansir dari Detik iNET, integrasi ini bertujuan untuk mempercepat pemerataan ekosistem digital di Indonesia melalui penguatan fondasi infrastruktur nasional. Struktur manajemen baru, termasuk dewan direksi dan komisaris, telah efektif menjabat sejak 22 April 2026 untuk mengawal operasional perusahaan gabungan tersebut.
Direktur Utama MoraRepublic, Timotius M. Sulaiman, menyatakan bahwa langkah ini diambil guna merespons pertumbuhan kebutuhan konektivitas yang terus meningkat. Pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan jangkauan jaringan yang lebih luas dan stabil bagi masyarakat luas.
"Dengan resminya MoraRepublic, kami membawa visi yang lebih besar untuk menghadirkan konektivitas yang tidak hanya cepat dan stabil, tetapi juga menjangkau lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Timotius M. Sulaiman, Direktur Utama MoraRepublic dalam keterangan tertulisnya.
Data operasional per September 2025 menunjukkan kekuatan gabungan kedua entitas ini cukup signifikan. Moratelindo membawa aset berupa 57 ribu kilometer kabel serat optik dan enam data center, sementara MyRepublic Indonesia mengelola lebih dari 58 ribu kilometer kabel serat optik dengan 8,7 juta homepass.
MoraRepublic kini mengintegrasikan seluruh kapasitas tersebut untuk melayani segmen ritel maupun korporasi. Meski telah resmi bergabung, manajemen memastikan bahwa pelanggan lama tetap dapat menikmati layanan di bawah merek Moratelindo, MyRepublic, maupun Oxygen.id tanpa gangguan.
Presiden Direktur PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), L. Krisnan Cahya, menyebut pembentukan MoraRepublic merupakan bagian dari komitmen grup Sinar Mas dalam memperkuat digitalisasi. Fokus utama ke depan mencakup ekspansi jaringan terintegrasi serta peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.
Komisaris Utama Independen MoraRepublic, Arsjad Rasjid, menekankan pentingnya aspek tata kelola dalam memaksimalkan potensi merger ini. Dewan Komisaris berkomitmen mengawasi akuntabilitas perusahaan agar mampu memberikan dampak terukur bagi industri telekomunikasi nasional.