Meteor Meledak di Langit Jerman, Puing Jatuh ke Kota

Meteor meledak di langit Rheinland-Pfalz, Jerman, dan menghujani kota Koblenz-Guls dengan puing. Satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

Sebuah bola api meteor meledak di atas Eropa, menghujani puing-puing ke sebuah kota di Jerman dan melubangi atap rumah hingga tembus ke kamar tidur.

Minggu (8 Maret), sekitar pukul 18.55 waktu setempat, meteor melintasi atmosfer di atas Rheinland-Pfalz, Jerman. Ledakan tersebut menciptakan kilatan cahaya terang selama sekitar enam detik. Badan Antariksa Eropa (ESA) memperkirakan diameter batuan antariksa itu beberapa meter.

Lebih dari 3.000 orang di Prancis, Swiss, Belgia, Luksemburg, dan Belanda melaporkan ledakan itu ke International Meteor Organization. Sejumlah orang mendengar suara ledakan. Perwakilan ESA menyatakan, setidaknya satu rumah di Koblenz-Guls, Jerman, tertimpa pecahan kecil meteorit.

Laporan lokal mengonfirmasi beberapa bangunan terkena jatuhan pecahan meteor, dan beberapa meteorit telah dikumpulkan. Tidak ada korban luka fisik akibat jatuhnya batuan antariksa tersebut.

Jumlah bangunan yang tertimpa dan total kerusakan belum diketahui. Media Jerman, Bild, membagikan foto dari kota berpenduduk sekitar 110.000 jiwa tersebut, termasuk lubang seukuran bola sepak di salah satu atap.

Pemadam kebakaran melaporkan bahwa batu yang membuat lubang tersebut berakhir di kamar tidur yang sedang kosong. Foto lain menunjukkan sembilan batu seukuran bola golf di dalam kantong kertas cokelat.

Meteor bola api terjadi ketika batuan antariksa yang jatuh mengalami pemanasan ekstrem akibat gesekan udara, sering kali menyebabkan objek tersebut pecah dan menciptakan kilatan cahaya sekunder terang.

Sebagian besar pecahan habis terbakar sebelum menyentuh tanah atau menjadi sangat kecil sehingga tidak ditemukan. Namun, beberapa kepingan lebih besar dapat tetap utuh sebelum menabrak permukaan planet, terutama ketika bola api tersebut pecah dekat permukaan bumi.

Batuan antariksa yang meledak di atas Jerman ini tidak terdeteksi sebelum memasuki atmosfer Bumi. Sejauh ini, hanya 11 meteor yang pernah terdeteksi sebelum menabrak Bumi.

Sangat jarang meteorit jatuh di daerah padat penduduk dan mengenai properti atau manusia. Juni tahun lalu, sebuah batuan antariksa melubangi atap rumah di Georgia. Setelah diteliti, batuan itu berusia lebih tua dari Bumi.

Recommended