Miliarder Timur Tengah Alihkan Aset ke Swiss

Meningkatnya ketegangan AS-Israel dan Iran mendorong miliarder Timur Tengah memindahkan aset ke Swiss.

Para miliarder di Timur Tengah dilaporkan mulai mengalihkan aset mereka dari wilayah Teluk ke Swiss. Pemicunya adalah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Para bankir serta penasihat keuangan di Swiss, yang mengelola aset senilai lebih dari US$ 1 triliun, memiliki pandangan optimis. Mereka meyakini bahwa Swiss akan menjadi tujuan utama bagi arus modal dari Timur Tengah, terutama pasca-serangan Iran terhadap negara-negara Teluk.

Menurut Patrik Spiller, Kepala Manajemen Kekayaan di perusahaan konsultan Deloitte Swiss, diskusi mengenai pemindahan aset sedang berlangsung. Hal ini melibatkan bank, kantor keluarga, dan individu kaya. "Karena peristiwa baru-baru ini, kami memperkirakan bahwa aset dari Timur Tengah akan semakin banyak dicatat di Swiss. Kami mendengar dari bank, kantor keluarga dan individu kaya lainnya bahwa diskusi sedang berlangsung," kata Patrik Spiller, dikutip dari Reuters, Selasa (17/3/2026).

Swiss telah lama dianggap sebagai "safe haven" atau tempat yang aman bagi para investor. Namun, negara ini menghadapi persaingan yang semakin ketat dari pusat-pusat keuangan lain di Timur Tengah dan Asia.

Posisi kas yang tercatat di Swiss dari Uni Emirat Arab oleh individu swasta dan lembaga non-bank menunjukkan peningkatan sekitar 40% selama tiga tahun terakhir. Peningkatan ini semakin terasa setelah serangan sebelumnya oleh Israel dan AS terhadap Iran pada Juni 2025.

Martin Hess, Kepala Ekonom SBA, menyatakan bahwa situasi ini menguntungkan Swiss. "Sekarang menguntungkan kita karena kita dapat mencetak poin dengan ciri khas Swiss, yaitu kondisi yang aman, stabilitas politik dan supremasi hukum. Saya percaya ini sangat dihargai di masa-masa seperti ini," kata Martin Hess.

Setelah serangan AS-Israel terhadap Iran, mata uang franc Swiss mencapai level tertinggi terhadap euro dalam satu dekade terakhir.

Recommended