Mobil Diesel Lawas Masih Aman Gunakan Biosolar di Tengah Kenaikan Harga

Sejumlah mobil diesel seri lama dinilai tetap aman mengonsumsi biosolar bersubsidi meskipun harga BBM non-subsidi melonjak hingga 50 persen.

Pemilik kendaraan diesel seri lama di Jakarta pada Senin, 27 April 2026, masih dapat menggunakan bahan bakar biosolar bersubsidi guna menyiasati lonjakan harga BBM non-subsidi yang meningkat drastis hingga lebih dari 50 persen. Sejumlah model kendaraan lawas dinilai memiliki spesifikasi mesin yang lebih toleran terhadap karakteristik solar bersubsidi dibandingkan mesin modern.

Dilansir dari Medcom, Kepala Mekanik Provis Autolab, Dayat, menjelaskan bahwa mesin diesel generasi lama memang dirancang sesuai dengan spesifikasi bahan bakar yang tersedia pada masa produksinya. Kondisi ini membuat mobil-mobil tersebut justru cenderung lebih aman saat harus mengonsumsi solar dengan kualitas lebih rendah di tengah ketidakpastian harga energi.

Daftar kendaraan yang disebut masih aman menggunakan biosolar meliputi Isuzu Panther, Toyota Kijang Diesel (kapsul atau LGX), Mitsubishi L300, dan Mitsubishi Kuda diesel lama. Selain itu, Toyota Innova serta Fortuner dengan mesin seri KD produksi hingga tahun 2014, Daihatsu Taft Diesel, dan Chevrolet Trooper juga masuk dalam kategori tersebut.

"Jadi mobil-mobil lawas itu kan memang dibuat dengan ukuran BBM yang ada saat itu. Nah khusus untuk mesin diesel apalagi ketika seperti sekarang harga solar non subsidi naik enggak kira-kira, yang mereka justru lebih aman," ujar Dayat, Kepala Mekanik Provis Autolab yang ahli dalam penanganan mesin mobil.

Meskipun dinilai aman, penggunaan biosolar tetap memiliki risiko teknis karena kandungan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang memicu kadar air tinggi dalam bahan bakar. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemilik kendaraan diesel modern seperti Suzuki Ertiga Diesel yang juga mulai mengoptimalkan penggunaan solar bersubsidi.

Penumpukan kadar air dan kandungan biofuel berisiko menghambat kinerja ruang bakar jika tidak dilakukan perawatan rutin pada sistem filtrasi. Penggantian filter bahan bakar secara berkala menjadi langkah mitigasi utama untuk mencegah munculnya kerak berlebih yang dapat menurunkan optimalisasi pembakaran mesin.

Recommended