Sejumlah produsen kendaraan listrik di China secara masif mengintegrasikan fitur kecerdasan buatan (AI) ke dalam kabin mobil pada Senin (4/5/2026) demi memenangkan persaingan pasar yang ketat. Langkah ini menandai pergeseran fokus industri dari sekadar kapasitas baterai menuju keunggulan teknologi asisten pengemudi dan kokpit pintar.
Model AI Doubao milik ByteDance, Volcano Engine, kini telah digunakan oleh lebih dari 50 merek otomotif di China. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik iNET, teknologi ini telah tersemat pada 145 model mobil yang mencakup lebih dari 7 juta kendaraan di seluruh negeri.
Integrasi teknologi ini tidak hanya menyasar merek domestik, tetapi juga merambah model global seperti Mercedes-Benz GLC, SAIC Audi E7X, dan SAIC Volkswagen ID. ERA 9X. Pengguna dapat memperbarui fitur-fitur tersebut secara cepat melalui sistem nirkabel atau over-the-air.
"Kami akan terus mengintegrasikan fitur-fitur baru dengan lebih cepat," ujar Fermín Soneira, CEO proyek Audi dan SAIC. Ia menegaskan bahwa kemampuan pembaruan jarak jauh menjadi kunci dalam memenuhi permintaan konsumen akan antarmuka yang kompatibel dengan ponsel pintar.
Data dari konsultan Chozan menunjukkan bahwa chatbot Doubao telah memiliki lebih dari 155 juta pengguna aktif mingguan hingga awal tahun 2026. Hal ini menjadikannya salah satu asisten suara yang paling banyak diadopsi dalam ekosistem otomotif di China.
Selain ByteDance, Alibaba juga telah mengumumkan integrasi model AI Qwen ke dalam kendaraan produksi BYD dan perusahaan patungan Volkswagen. Sistem ini memungkinkan pengemudi melakukan berbagai aktivitas seperti memesan hotel, membeli tiket wisata, hingga melacak paket hanya melalui perintah suara.
Stephen Dyer, direktur pelaksana di AlixPartners, menilai bahwa persaingan fitur teknologi berkembang sangat cepat sehingga sulit bagi produsen untuk mempertahankan keunggulan dalam waktu lama. Ia memprediksi perusahaan akan mulai beralih menawarkan pengalaman gaya hidup eksklusif di luar kendaraan untuk membedakan diri.
Saat ini, sebagian besar mobil listrik dengan harga di atas 100.000 yuan menawarkan fungsi hiburan dan asisten pengemudi yang serupa. Kondisi ini mendorong produsen seperti Nio untuk menyediakan fasilitas tambahan berupa akses eksklusif ke clubhouse bagi para pelanggannya.