Motorola resmi mengumumkan harga perangkat lipat terbarunya, Motorola Razr Fold, senilai USD1.899 atau sekitar Rp30 juta pada Jumat (1/5/2026) sebagai langkah agresif guna menantang dominasi pasar ponsel lipat premium.
Dilansir dari Medcom, penetapan harga ini membuat Motorola Razr Fold lebih terjangkau sekitar USD100 dibandingkan kompetitor utamanya, seperti Samsung Galaxy Z Fold 7 yang berada di kisaran USD2.000 atau Rp34,7 juta.
Perangkat ini merupakan model foldable pertama dari Motorola yang mengusung desain serupa buku atau book-style guna bersaing langsung dengan produk serupa dari Samsung dan Google. Strategi harga ini diambil untuk menarik minat konsumen yang menginginkan perangkat lipat tanpa harus membayar harga tertinggi di pasar.
Meskipun dipasarkan dengan harga lebih rendah dari rivalnya, Motorola Razr Fold tetap membawa spesifikasi kelas atas dengan penggunaan chipset Snapdragon 8 Gen 5. Dapur pacu tersebut didukung oleh RAM 16GB dan ruang penyimpanan internal yang besar untuk mendukung aktivitas multitasking.
Visual perangkat ini ditunjang oleh layar utama lipat berukuran 8,1 inci serta layar eksternal sebesar 6,6 inci. Ukuran layar tersebut diklaim memberikan pengalaman penggunaan yang menyerupai komputer tablet saat perangkat dibuka sepenuhnya.
Kapasitas baterai sebesar 6.000 mAh menjadi salah satu fitur unggulan yang ditonjolkan Motorola pada seri ini. Angka tersebut melampaui kapasitas baterai rata-rata ponsel lipat lainnya, sebagai upaya Motorola mengatasi kendala daya tahan baterai yang kerap dikeluhkan pada segmen foldable.
Kehadiran Motorola Razr Fold menambah ketat persaingan di pasar ponsel lipat yang juga diramaikan oleh kehadiran Google Pixel Fold. Motorola memposisikan perangkat ini sebagai alternatif menarik bagi pengguna yang mencari keseimbangan antara spesifikasi tinggi dan nilai harga yang lebih kompetitif.