Ekspor Impor Indonesia Melalui Selat Hormuz Terdampak Konflik?

Selat Hormuz ditutup Iran, BPS ungkap data ekspor impor RI dari dan ke Iran, Oman, dan UEA. Bagaimana dampaknya?

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran pasca serangan AS dan Israel berpotensi memengaruhi perdagangan global, termasuk Indonesia. Selat ini merupakan jalur strategis bagi ekspor dan impor dari dan ke negara-negara di kawasan Teluk.

Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, Selat Hormuz adalah jalur penting perdagangan Indonesia dengan Iran, Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA). Data BPS menunjukkan nilai perdagangan yang signifikan dengan negara-negara tersebut.

Sepanjang tahun 2025, impor non migas Indonesia dari Iran mencapai US$ 8,4 juta, terdiri dari buah-buahan (US$ 5,9 juta), besi dan baja (US$ 0,8 juta), serta mesin dan peralatan mekanis (US$ 0,7 juta).

Impor dari Oman tercatat sebesar US$ 718,8 juta, didominasi besi dan baja (US$ 590,5 juta), bahan bakar organik (US$ 56,7 juta), serta garam, belerang, batu dan semen (US$ 44,2 juta).

Sementara itu, impor dari UEA mencapai US$ 1,4 miliar, dengan komposisi utama berupa logam mulia dan perhiasan (US$ 511,1 juta), garam, belerang, batu dan semen (US$ 243,2 juta), serta alumunium dan barang daripadanya (US$ 181,6 juta).

Ateng Hartono menyoroti impor logam mulia dan perhiasan dari UEA yang cukup signifikan. "Ternyata bukan hanya dari Australia, dari UEA juga ternyata kita impor logam mulia dan perhiasan sebesar US$ 511,1 juta. Jadi lebih kecil dibandingkan dari Australia," kata Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Impor Indonesia dari negara-negara Timur Tengah tersebut berlanjut hingga Januari 2026, dengan nilai dari Arab Saudi US$ 391,4 juta, dari UEA US$ 355,2 juta, dari Oman US$ 131,1 juta, dan dari Iran US$ 2,1 juta.

Ateng menambahkan, "Untuk melihat potensi dampak jika konflik meningkat, ini diperlukan kajian lebih lanjut lagi."

Ekspor Indonesia ke Timur Tengah

Selain impor, Indonesia juga melakukan ekspor non migas ke Timur Tengah. Ekspor ke Iran mencapai US$ 249,1 juta, terdiri dari buah-buahan (US$ 86,4 juta), kendaraan dan bagiannya (US$ 34,1 juta), serta lemak dan minyak hewan atau nabati (US$ 22 juta).

Ekspor ke Oman tercatat sebesar US$ 428,8 juta, didominasi lemak dan minyak hewan nabati (US$ 227,7 juta), kendaraan dan bagiannya (US$ 64,2 juta), serta bahan mineral (US$ 48,1 juta).

Sementara itu, ekspor ke UEA mencapai US$ 4 miliar, dengan komposisi utama berupa logam mulia dan perhiasan (US$ 183,6 juta), lemak dan minyak hewan nabati (US$ 510,3 juta), serta kendaraan dan bagiannya (US$ 363,5 juta).

Recommended