NASA Percepat Persiapan Misi Artemis III Setelah Artemis II Kembali ke Bumi

NASA kini tengah mempercepat persiapan misi Artemis III, yang dijadwalkan meluncur pada 2027, usai suksesnya misi Artemis II kembali ke Bumi.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tengah mempersiapkan misi Artemis III dengan sungguh-sungguh, bahkan sebelum empat astronaut yang mengelilingi Bulan dalam misi Artemis II kembali ke Bumi. Misi Artemis II sendiri berhasil mendarat pada Sabtu, 11 April 2026 pagi.

Misi Artemis III, yang direncanakan meluncur pada tahun 2027, akan menggunakan kapsul Orion dan awak astronaut untuk menuju luar angkasa dengan bantuan roket Space Launch System (SLS). Di orbit Bumi, kapsul Orion akan melakukan pertemuan dengan Human Landing System (HLS) untuk menguji kemampuan docking, sebuah langkah krusial dalam pendaratan astronaut di permukaan Bulan.

Administrator NASA, Jared Isaacman, mengungkapkan bahwa para pejabat tinggi NASA telah mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan desain misi Artemis III. Proses seleksi awak astronaut juga dikabarkan sudah dimulai, meskipun NASA belum memberikan konfirmasi resmi, seperti dikutip dari Detik iNET.

Isaacman menuturkan bahwa kemampuan untuk menjalankan misi penting seperti Artemis II dan mempersiapkan misi berikutnya secara simultan merupakan pencapaian luar biasa. Hal ini memperlihatkan kapasitas NASA dalam menjaga momentum eksplorasi luar angkasa, dilansir dari Gizmodo, Minggu (12/4/2026).

Misi Artemis II merupakan penerbangan berawak perdana yang menggunakan kapsul Orion dan roket SLS. Meskipun sempat menghadapi kendala pada sistem toilet di dalam kapsul Orion, perjalanan dan pendaratan wahana antariksa tersebut berlangsung tanpa hambatan.

Direktur Penerbangan NASA, Rick Henfling, menyampaikan bahwa peningkatan yang dibutuhkan untuk misi Artemis III bersifat relatif kecil dan bertahap. Menurutnya, tidak diperlukan perancangan ulang menyeluruh terhadap subsistem pesawat ruang angkasa, menunjukkan keberhasilan desain dasar yang ada.

Salah satu hambatan utama yang dihadapi Artemis III adalah penyelesaian desain misi. Isaacman menjelaskan bahwa NASA saat ini sedang mempertimbangkan dua skenario orbit awal, yaitu orbit rendah Bumi atau orbit tinggi Bumi. Kedua opsi ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang sedang dievaluasi.

Faktor lain yang menjadi penentu adalah frekuensi peluncuran dari mitra penyedia HLS. Saat ini, sistem pendarat tersebut sedang dalam tahap pengembangan oleh dua perusahaan swasta terkemuka, SpaceX dan Blue Origin.

Sejak Oktober tahun lalu, SpaceX dan Blue Origin telah berlomba untuk menyelesaikan wahana pendarat mereka. Kompetisi ini semakin intens setelah NASA membuka kembali kontrak HLS SpaceX menyusul penundaan signifikan yang terjadi.

Badan antariksa Amerika Serikat tersebut berharap dapat menguji Starship HLS buatan SpaceX dan Blue Moon Lander milik Blue Origin selama misi Artemis III. Pada akhirnya, hanya satu dari wahana ini yang akan dipilih untuk mengantarkan astronaut ke permukaan Bulan dalam misi Artemis IV, yang dijadwalkan meluncur pada tahun 2028.

Starship HLS merupakan varian modifikasi dari upper stage Starship V3 dan saat ini masih dalam tahap pengujian akhir. Rencananya, Starship HLS akan diluncurkan perdana dalam rentang waktu 4-6 minggu ke depan.

Sementara itu, Isaacman menginformasikan bahwa wahana pendarat Blue Moon Mark 1 dari Blue Origin sedang menjalani proses pengujian ruang vakum di Johnson Space Center NASA, Houston. Pengujian ini penting untuk memastikan kesiapan wahana dalam kondisi ekstrem luar angkasa.

Recommended