NASA Targetkan Pembangunan Pangkalan Permanen di Bulan 2030

NASA menargetkan pembangunan pangkalan permanen di Bulan pada sekitar tahun 2030 sebagai tempat tinggal dan batu loncatan eksplorasi Mars.

Pada sekitar tahun 2030, Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menargetkan pendirian pangkalan permanen di Bulan. Fasilitas ini dirancang sebagai habitat jangka panjang bagi manusia untuk tinggal dan bekerja, sekaligus menjadi titik awal untuk misi eksplorasi lebih lanjut, termasuk ke Mars.

Program eksplorasi Bulan Artemis, yang berambisi membawa kembali manusia ke Bulan dan mewujudkan keberadaan manusia yang berkelanjutan di sana, menjadi dasar dari rencana ini. Program ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai mitra internasional dan perusahaan swasta di sektor antariksa.

Ilmuwan menyebutkan bahwa pangkalan Bulan di masa depan bukan hanya sekadar lokasi pendaratan, melainkan juga laboratorium sains dan pusat teknologi untuk menguji kemampuan manusia dalam bertahan hidup di luar Bumi, seperti dikutip dari The Conversation, Senin (16/3/2026).

NASA berencana membangun pangkalan di wilayah kutub selatan Bulan, yang diyakini menyimpan cadangan es air di dalam tanah. Air ini berpotensi diolah menjadi oksigen untuk pernapasan dan bahan bakar roket.

Lokasi tersebut juga menawarkan kondisi geografis yang mendukung eksplorasi dan penelitian ilmiah dalam jangka waktu yang panjang. Sebelum kedatangan manusia, misi robot akan dikirim terlebih dahulu untuk mempersiapkan lokasi. Robot-robot ini diharapkan dapat meratakan permukaan Bulan dan bahkan melelehkan debu Bulan (regolith) untuk digunakan sebagai bahan konstruksi.

Teknologi seperti pencetakan 3D dengan memanfaatkan material Bulan juga diperkirakan akan digunakan untuk membangun habitat dan infrastruktur dasar. Dengan pendekatan ini, sebagian besar konstruksi dapat diselesaikan sebelum astronaut tiba.

Salah satu kendala utama dalam tinggal di Bulan adalah pasokan energi. Untuk itu, NASA berencana menempatkan reaktor nuklir kecil di permukaan Bulan pada sekitar tahun 2030 untuk menyediakan listrik yang stabil.

Menurut Administrator NASA, energi sangatlah krusial dalam mendukung kehidupan manusia dan operasional teknologi di Bulan.

"Untuk memiliki pangkalan di Bulan, kita membutuhkan energi," ujar pejabat NASA, menjelaskan proyek reaktor tersebut.

Reaktor ini diperkirakan mampu menghasilkan daya hingga sekitar 100 kilowatt dan dapat beroperasi selama bertahun-tahun tanpa perlu pengisian bahan bakar ulang. Rangkaian misi Artemis menjadi langkah awal menuju pangkalan permanen ini. Misi berawak akan kembali ke Bulan dalam beberapa tahun mendatang, dan misi-misi berikutnya akan membawa peralatan untuk membangun infrastruktur dasar.

Misi penting seperti Artemis V, yang dijadwalkan meluncur sekitar tahun 2028, akan menjadi bagian awal dari pembangunan fasilitas permanen di permukaan Bulan. Jika rencana ini berjalan sesuai harapan, manusia dapat mulai tinggal dan bekerja secara rutin di Bulan dalam dekade ini. Pangkalan tersebut diharapkan menjadi langkah monumental menuju eksplorasi ruang angkasa yang lebih ambisius, termasuk perjalanan manusia pertama ke Mars.

Recommended