Misi Artemis II dari NASA bersiap membawa kemajuan signifikan dalam eksplorasi ruang angkasa, sekaligus revolusi cara kita menyaksikan aktivitas luar Bumi. Badan antariksa Amerika Serikat itu telah mengembangkan sistem komunikasi laser mutakhir yang memungkinkan pengiriman video berkualitas Ultra-High-Definition (4K) langsung dari jarak bulan, demikian dilaporkan oleh Detik iNET pada Minggu (5/4/2026).
Sistem komunikasi anyar ini, dikenal sebagai Orion Artemis II Optical Communications (O2O), akan memberdayakan para astronot di dalam pesawat ruang angkasa Orion untuk memancarkan rekaman 4K. Kecepatan transmisi data bisa mencapai 260 Mbps. Ini merupakan lompatan teknologi luar biasa dibandingkan transmisi berbasis radio yang digunakan pada era Apollo.
Penerapan teknologi komunikasi optik atau laser membawa sejumlah keunggulan teknis dibandingkan sistem radio konvensional. Salah satunya adalah kemampuan data tinggi yang tidak hanya mendukung video dan foto, tetapi juga pengiriman rencana penerbangan dan prosedur penting, serta berfungsi sebagai penghubung vital dengan kendali misi di Bumi.
Selain itu, efisiensi ruang dan berat menjadi nilai tambah signifikan. Perangkat laser diketahui lebih ringan dan membutuhkan ruang yang lebih minimal di kapsul Orion. Kondisi ini memungkinkan alokasi ruang lebih besar untuk awak dan peralatan penelitian. Dibandingkan transmisi hitam-putih era Apollo, O2O juga menjanjikan kualitas gambar yang jauh lebih akurat dan jelas.
Infrastruktur Pendukung dan Sistem Cadangan
Guna mendukung koneksi berkecepatan tinggi ini, NASA telah mempersiapkan dua stasiun bumi di Las Cruces, New Mexico, dan Table Mountain, California. Kedua lokasi tersebut dipilih secara strategis karena memiliki kondisi langit yang cenderung cerah. Ini merupakan syarat mutlak agar komunikasi optik tidak mengalami gangguan atmosfer.
Para astronot yang bertugas dalam misi Artemis II akan menggunakan kamera digital Nikon untuk mengabadikan pemandangan bulan, termasuk sisi jauh bulan yang belum pernah terlihat langsung oleh manusia. Data visual ini akan dipancarkan secara real-time melalui sistem O2O.
Meski teknologi laser menjadi fokus utama, NASA tetap mempertahankan sistem pendukung. Pesawat Orion akan tetap terhubung melalui Deep Space Network (DSN), sebuah jaringan antena global yang tersebar di California, Spanyol, dan Australia. DSN akan berfungsi sebagai cadangan krusial jika kondisi atmosfer Bumi menghalangi transmisi laser.
Namun, perlu diperhatikan bahwa sistem komunikasi akan terhenti selama 41 menit ketika Orion melintas di belakang bulan. Massa bulan yang padat akan memblokir sinyal laser maupun radio hingga pesawat kembali terhubung dengan pusat kendali misi.