Masa depan Kobbie Mainoo di Manchester United sempat menjadi spekulasi sebelum sang gelandang akhirnya menandatangani kontrak baru. Pemain berusia 21 tahun tersebut kini telah resmi mengikat komitmen berdurasi lima tahun yang membuatnya bertahan di Old Trafford hingga 2031.
Seperti dikutip dari Bola, Mainoo mengakui dirinya sempat melewati periode sulit saat Setan Merah masih ditangani oleh Ruben Amorim. Kedatangan pelatih asal Portugal tersebut membuat posisi Mainoo di tim utama goyah, hingga memicu rumor penjualan pada bursa transfer Januari lalu.
Peruntungan gelandang muda Inggris ini berubah drastis setelah pihak klub memecat Amorim dan menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih interim. Di bawah kendali Carrick, Mainoo kembali mendapatkan kepercayaan penuh untuk mengisi lini tengah Manchester United.
Statistik menunjukkan perbedaan mencolok di antara kedua era kepelatihan tersebut. Mainoo tidak pernah sekalipun dipercaya menjadi starter di Premier League saat Amorim memimpin, namun ia langsung mencatatkan 14 penampilan sejak menit awal di bawah arahan Carrick.
Saat berbicara kepada Sky Sports mengenai rumor kepindahannya dari Old Trafford, Mainoo tidak menampik bahwa dirinya sempat mempertimbangkan segala opsi yang ada.
"Ketika Anda tidak banyak bermain, atau bahkan tidak bermain sama sekali, Anda pasti mempertimbangkan banyak hal," kata Mainoo.
"Tetapi, yang selalu ada di pikiran saya adalah bermain untuk Manchester United dan terus membela klub tempat saya tumbuh," imbuhnya.
Hubungan interpersonal antara Mainoo dan Amorim sebenarnya tidak buruk, karena Amorim beberapa kali memuji kualitas sang pemain. Namun, mantan pelatih Sporting CP itu menilai gaya main Mainoo tidak selaras dengan sistem taktiknya dan lebih condong menyerupai peran Bruno Fernandes.
"Kalau ada pelatih baru, mereka pasti punya cara bermain sendiri. Kalau mereka merasa Anda tidak cocok, ya berarti Anda dianggap tidak cocok," ujar Mainoo.
"Yang bisa saya lakukan hanyalah terus bekerja dan berlatih agar mungkin mereka melihat saya dari sudut pandang yang berbeda," ungkapnya.
Kehilangan tempat di skuad utama menjadi pelajaran berharga bagi Mainoo dalam hal kedisiplinan dan kesabaran. Ia beruntung mendapatkan dukungan moral dari para figur senior di ruang ganti seperti Casemiro, Bruno Fernandes, serta rekan dekatnya, Joshua Zirkzee.
"Berubah dari hampir selalu bermain di setiap pertandingan menjadi tidak sering bermain tentu bukan hal mudah," akunya.
"Tapi, itu bagus buat saya untuk belajar memahami diri sendiri, memahami permainan, dan belajar sabar."
"Saya belajar mengatur hidup, pola latihan, cara bekerja, dan membangun rutinitas."
"Situasinya memang berat ketika Anda bahkan tidak masuk sebagai pemain pengganti. Tapi, keluarga dan teman-teman membantu saya melihat bahwa masih ada harapan di ujung jalan. Mereka yakin situasinya akan kembali berpihak kepada saya suatu saat nanti, jadi saya hanya perlu bersabar," tuturnya.
Performa impresif yang kembali ia tunjukkan bersama Carrick kini membuka peluang bagi Mainoo untuk menembus skuad Timnas Inggris. Pelatih Thomas Tuchel telah memasukkan namanya ke dalam daftar sementara berisi 55 pemain untuk Piala Dunia 2026.
Mainoo sebelumnya sudah mengoleksi sembilan caps bersama The Three Lions saat masih dilatih Gareth Southgate, termasuk tampil di final Euro 2024. Kini, ia harus bersaing ketat demi mengamankan tempat di skuad final yang akan diumumkan pada 22 Mei.