Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tengah gencar mengupayakan pengungkapan misteri kehidupan di luar Bumi. Administrator NASA, Jared Isaacman, mengungkapkan bahwa tujuan inti lembaga tersebut adalah untuk menjawab pertanyaan fundamental tentang keberadaan makhluk lain di alam semesta.
Isaacman, yang telah dua kali melakukan perjalanan ke luar angkasa dalam misi swasta pada tahun 2021 dan 2024, menekankan bahwa pencarian ini menjadi bagian integral dari setiap upaya ilmiah dan eksplorasi NASA, termasuk pembangunan pangkalan bulan di kutub selatan Bulan, seperti dikutip dari Detik iNET.
Pernyataan Isaacman ini lebih lanjut memperkuat informasi yang pernah disampaikan petinggi NASA sebelumnya. Pada tahun 2023, mantan Administrator NASA Bill Nelson membentuk sebuah komite ilmuwan khusus untuk menanggapi spekulasi mengenai kehidupan alien.
Isaacman secara eksplisit mengaitkan eksplorasi NASA dengan kemungkinan keberadaan alien. Ia memproyeksikan bahwa suatu hari nanti, NASA akan mengintegrasikan teknologi teleskop canggih untuk mempercepat pencarian tanda-tanda kehidupan ekstraterestrial.
Meski tidak melihat alien selama kunjungan singkatnya ke luar angkasa, Isaacman menyatakan keyakinannya yang kuat terhadap adanya bentuk kehidupan lain. Ia beralasan, dengan adanya dua triliun galaksi dan tak terhitung sistem bintang di dalamnya, kemungkinan menemukan bukti bahwa manusia tidak sendirian cukup tinggi.
Topik kehidupan alien semakin menjadi perbincangan publik setelah Departemen Pertahanan Amerika Serikat merilis laporan tentang Fenomena Udara Tak Dikenal (UAP). Laporan ini kemudian diikuti oleh sidang kongres yang menyelidiki penampakan tersebut.
Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, turut memberikan pandangannya terkait isu ini. Pada bulan Februari, Obama menyatakan dalam sebuah wawancara podcast bahwa ia meyakini keberadaan alien, meskipun ia sendiri belum pernah melihatnya.
Obama juga membantah teori konspirasi populer mengenai penahanan alien di Area 51. Ia menjelaskan, “Alien tidak disimpan di Area 51. Tidak ada fasilitas bawah tanah kecuali ada konspirasi besar dan mereka menyembunyikannya dari presiden Amerika Serikat.”