NVIDIA mengumumkan BlueField-4 STX, arsitektur penyimpanan modular baru, pada ajang GTC 2026. Arsitektur ini dirancang untuk mendukung perkembangan pesat agentic AI.
Teknologi ini diklaim dapat meningkatkan kinerja pusat data secara signifikan, menawarkan peningkatan hingga 5 kali lipat dalam throughput token, efisiensi energi 4 kali lipat, dan kecepatan ingest data 2 kali lipat dibandingkan solusi generasi sebelumnya.
BlueField-4 STX menggabungkan prosesor NVIDIA BlueField-4 yang mencakup Vera CPU dan ConnectX-9 SuperNIC. Integrasi ini juga mencakup Spectrum-X Ethernet, perangkat lunak DOCA, dan platform AI Enterprise.
Salah satu fitur utamanya adalah CMX (Context Memory Storage), yang memperluas kapasitas memori GPU untuk mendukung inferensi skala besar dan pemrosesan konteks yang panjang.
Peluncuran BlueField-4 STX mendapatkan dukungan dari berbagai penyedia layanan cloud, termasuk CoreWeave, Crusoe, IREN, Lambda, Mistral AI, Nebius, Oracle Cloud Infrastructure, dan Vultr yang telah menjadi pengguna awal.
Perusahaan penyimpanan besar seperti Dell Technologies, NetApp, IBM, HPE, hingga VAST Data juga telah menyatakan komitmennya terhadap ekosistem STX.
CEO NVIDIA, Jensen Huang, menekankan perlunya fondasi penyimpanan baru di era agentic AI, yang mampu menjaga data tetap dekat dengan komputasi. "Untuk memastikan AI dapat berinteraksi secara real-time dengan konteks panjang, kita harus merombak tumpukan penyimpanan tradisional," ujar Jensen Huang.
Produk berbasis STX diharapkan akan tersedia melalui mitra manufaktur seperti Supermicro, QCT, dan AIC pada paruh kedua tahun 2026.