NVIDIA meluncurkan Vera CPU, sebuah prosesor yang didesain khusus untuk mendukung agentic AI dan reinforcement learning. Langkah ini menandai evolusi penting dalam dunia CPU, yang kini berperan sebagai penggerak utama model AI generasi terbaru, melampaui fungsi pendukung GPU.
Vera CPU hadir dengan 88 core Olympus yang dikustomisasi, memori LPDDR5X dengan bandwidth 1,2 TB/s, serta teknologi Scalable Coherency Fabric untuk performa multi-tenant yang stabil. Dibandingkan CPU rack-scale tradisional, Vera menawarkan efisiensi dua kali lipat dan kecepatan 50% lebih tinggi, menjadikannya fondasi ideal untuk pusat data AI masa depan.
Integrasi dengan GPU NVIDIA dilakukan melalui NVLink-C2C interconnect dengan bandwidth hingga 1,8 TB/s, tujuh kali lipat dibandingkan PCIe Gen 6. Kemampuan ini memungkinkan Vera beroperasi mulus dalam skala besar, mendukung pembangunan "AI factories" yang menjalankan ribuan agen AI secara bersamaan.
Ekosistem Vera telah mendapatkan dukungan luas dari berbagai penyedia cloud global seperti Alibaba Cloud, ByteDance, Meta, Oracle Cloud Infrastructure, CoreWeave, Lambda, Nebius, dan Nscale. Produsen perangkat keras seperti Dell, HPE, Lenovo, Supermicro, ASUS, Foxconn, GIGABYTE, Pegatron, Quanta, Wistron, dan Wiwynn juga akan menghadirkan server berbasis Vera.
NVIDIA menawarkan Vera Rack untuk skala pusat data, yang dapat menampung hingga 256 CPU berpendingin cairan dan mendukung lebih dari 22.500 lingkungan komputasi simultan. Selain itu, Vera digunakan sebagai host CPU dalam sistem HGX Rubin NVL8, yang dioptimalkan untuk reinforcement learning, inferensi, orkestrasi, hingga komputasi ilmiah.
CEO NVIDIA, Jensen Huang, menegaskan peran sentral CPU dalam era AI. "Dulu CPU hanya mendukung GPU, kini CPU-lah yang menggerakkan model AI," ujarnya, menandai perubahan paradigma dalam desain komputasi modern.
Saat ini, Vera CPU telah memasuki tahap produksi penuh dan dijadwalkan tersedia melalui mitra global pada paruh kedua tahun 2026.