Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui kebiasaannya menelepon menteri-menterinya pada dini hari. Hal ini disampaikan Prabowo saat berpidato di hadapan para pengusaha Jepang dalam acara Japan-Indonesia Business Forum di Tokyo, Jepang, pada Senin (30/3/2026), dilansir dari Detik Finance.
Prabowo menyatakan bahwa panggilan telepon tersebut ia lakukan untuk mengetahui secara rinci masalah-masalah tertentu. Kebiasaan ini menunjukkan tingkat keterlibatan Prabowo dalam operasional pemerintahan.
"Para menteri saya sering mengeluh bahwa saya terlalu suka mengatur secara detail. Ya, saya akui saya memang suka mengatur secara detail. Saya akan menelepon para menteri saya, baik pukul dua malam maupun pukul lima pagi, dan menanyakan harga telur hari ini," ungkap Prabowo dalam pidatonya.
Meskipun demikian, Prabowo mengungkapkan sedikit penyesalan atas kebiasaannya tersebut. Menurutnya, beberapa menteri bahkan sampai jatuh pingsan dan harus dirawat di rumah sakit akibat kelelahan.
"Saya merasa sedikit menyesal, karena beberapa menteri saya pingsan di depan umum dan kadang-kadang saya mendapat laporan bahwa beberapa pejabat senior saya dirawat di rumah sakit. Mengapa? Masalah jantung," jelasnya.
Prabowo menegaskan bahwa tindakannya tersebut bertujuan untuk kebaikan rakyat. Ia juga menekankan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap kemitraan yang dapat menguntungkan ekonomi negara.
Pemerintah juga menyambut baik kritik dan masukan dari investor asing. Keluhan-keluhan tersebut bahkan bisa disampaikan langsung melalui duta besar negara terkait.
Selain itu, untuk mengatasi hambatan investasi di Indonesia, pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas). Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
"Setiap pemerintah harus bekerja untuk kebaikan rakyatnya, dan hasil yang menguntungkan dari hubungan ekonomi yang baik akan berujung pada kebaikan seluruh rakyat, itulah keyakinan saya. Jika ada kemitraan nyata antara ekonomi Jepang dan ekonomi Indonesia, maka rakyat kita akan mendapat manfaat," tegas Prabowo.