Obligasi Raharja Energi Cepu Alami Oversubscribed Rp 5,46 Triliun

Permintaan obligasi Raharja Energi Cepu (RATU) mencapai Rp 5,46 triliun, oversubscribed 6,8 kali lipat pada penawaran umum.

Penawaran umum Obligasi I PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) Tahun 2026 dan Sukuk Wakalah I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 6,8 kali lipat. Total permintaan dari investor untuk kedua instrumen ini mencapai Rp 5,46 triliun.

Obligasi I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 mengalami oversubscribed sebesar 8,61 kali atau sekitar Rp 2,58 triliun. Sementara itu, permintaan untuk Sukuk Wakalah I Raharja Energi Cepu Tahun 2026 mencapai oversubscribed sebanyak 5,76 kali atau sekitar Rp 2,88 triliun.

Direktur Raharja Energi Cepu, Adrian Hartadi, menjelaskan bahwa tingginya minat investor ini mencerminkan kepercayaan terhadap model bisnis dan fundamental perseroan.

"Perseroan akan mengelola dana hasil penerbitan ini secara disiplin serta terus memperkuat portofolio aset energi guna mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan," kata Adrian dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).

Dalam struktur final, RATU menetapkan penerbitan obligasi sebesar Rp 300 miliar, yang terdiri dari tenor 5 tahun dengan kupon 7,95% dan tenor 7 tahun dengan kupon 8,50%. Sementara itu, Sukuk Wakalah diterbitkan sebesar Rp 500 miliar dengan tenor 5 tahun dan 7 tahun dengan imbal hasil wakalah masing-masing 7,95% dan 8,50% per tahun, yang dibayarkan secara triwulanan.

Dalam penerbitan ini, Perseroan memperoleh peringkat idA (Single A) untuk Obligasi dan idA(sy) (Single A Syariah) untuk Sukuk Wakalah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).

Dana segar yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pendanaan perseroan, termasuk untuk cash call pengembangan aset pada wilayah kerja Jabung dan Cepu, serta refinancing fasilitas pinjaman bank eksisting untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung strategi pertumbuhan Perseroan.

Recommended