OpenAI dikabarkan tengah mengembangkan perangkat telepon pintar revolusioner berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diprediksi akan mengubah total interaksi pengguna dengan ponsel pada Senin, 27 April 2026. Analis ternama Ming-Chi Kuo mengungkapkan bahwa perangkat ini tidak akan lagi mengandalkan aplikasi konvensional.
Dilansir dari Detik iNET, ponsel masa depan ini akan mengusung konsep "agentic AI" yang memproses perintah melalui sistem aliran tugas atau task stream. Melalui sistem ini, pengguna cukup memberikan instruksi suara atau teks agar sistem secara otomatis menjalankan berbagai layanan tanpa perlu membuka aplikasi satu per satu.
Laporan tersebut menjelaskan bahwa OpenAI bekerja sama dengan produsen chipset besar seperti MediaTek dan Qualcomm untuk menciptakan otak pemrosesan khusus. Chipset kustom ini dirancang untuk menjalankan fungsi AI langsung di dalam perangkat (on-device) secara efisien demi menjaga ketahanan daya baterai.
Luxshare Precision diklaim akan menjadi mitra utama dalam menangani aspek desain perangkat keras serta proses produksi massal. Kerja sama strategis ini bertujuan untuk menyeimbangkan beban kerja antara pemrosesan data lokal dan komputasi awan guna memberikan performa optimal bagi pengguna.
Proyek ambisius ini juga melibatkan desainer legendaris Jony Ive yang sebelumnya telah bergabung melalui akuisisi startup "io" oleh OpenAI. CEO OpenAI Sam Altman bersama Ive berencana membangun ekosistem perangkat berbasis AI yang mencakup alat pendengar pintar hingga pengeras suara pintar.
Sistem pada ponsel ini dirancang untuk selalu aktif di latar belakang guna memahami konteks dan kebiasaan pemiliknya secara real-time. Meski menawarkan pengalaman personal yang mendalam, perkembangan teknologi ini turut memicu diskusi mengenai aspek keamanan data dan privasi pengguna di masa depan.
Kuo memperkirakan bahwa ponsel pintar OpenAI ini baru akan memasuki tahap produksi massal pada tahun 2028 mendatang. Kepastian mengenai spesifikasi akhir dan pemetaan rantai pasokan perangkat diperkirakan baru akan rampung antara tahun 2026 hingga 2027.