Donald Trump Klaim Iran Terbuka Bernegosiasi di Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump menyebut Iran melunak di Selat Hormuz setelah militer Amerika memperketat pengamanan jalur laut strategis tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pihak Iran mulai menunjukkan sikap lebih terbuka untuk bernegosiasi terkait ketegangan di Selat Hormuz pada Senin (4/5/2026) waktu setempat. Pernyataan ini muncul setelah militer Amerika Serikat memperkuat kehadiran angkatan laut di jalur distribusi energi dunia tersebut.

Dilansir dari Medcom, Trump menilai perubahan sikap Teheran dipicu oleh langkah tegas militer Amerika Serikat yang memperketat penjagaan keamanan. Meski mencatat adanya tanda-tanda pelunakan, Trump tetap melontarkan peringatan keras agar Iran tidak melakukan provokasi militer.

"Persiapan Amerika sedang berlangsung, semuanya sudah siap. Kita bisa menggunakan semuanya!" ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Ia menegaskan bakal ada konsekuensi serius jika Iran nekat menyerang kapal-kapal Amerika Serikat di kawasan strategis tersebut.

Ketegangan ini juga memicu peluncuran operasi militer bertajuk Project Freedom yang diumumkan Trump sejak Ahad malam. Operasi ini dirancang khusus untuk memberikan perlindungan dan bantuan bagi kapal-kapal yang terjebak di tengah konflik agar dapat melintasi jalur tersebut dengan aman.

United States Central Command (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pengerahan kekuatan besar dalam Project Freedom telah dimulai sejak Senin pagi. Kekuatan militer ini mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat tempur, sistem nirawak multi-domain, serta sekitar 15.000 personel.

Di pihak lain, media pemerintah Iran, IRIB, sempat melaporkan bahwa militer mereka berhasil menggagalkan upaya masuknya kapal Amerika ke Selat Hormuz dengan tembakan dua rudal. Namun, klaim serangan rudal tersebut dibantah keras oleh CENTCOM yang memastikan tidak ada kapal mereka yang terkena serangan.

Selat Hormuz saat ini berada dalam pengawasan ketat komunitas internasional karena fungsinya sebagai jalur utama distribusi minyak bumi global. Gangguan pada stabilitas di kawasan ini dikhawatirkan akan berdampak langsung pada pasokan energi dunia dan ekonomi internasional.

Recommended