Pakar IPB Soroti Kualitas Pengasuhan Anak dalam Bisnis Babysitter

Guru Besar IPB University Prof Dwi Hastuti mengingatkan orang tua untuk memprioritaskan tumbuh kembang anak di tengah maraknya jasa babysitter harian.

Pakar pengasuhan anak dari IPB University, Prof Dwi Hastuti, menanggapi tren biaya pengasuh anak harian yang sedang ramai dibahas di media sosial pada Selasa, 21 April 2026. Ia menekankan bahwa jasa pengasuhan bukan sekadar layanan komersial, melainkan elemen vital dalam pembentukan sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini.

Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB University tersebut menyatakan bahwa kualitas fisik dan psikis anak harus menjadi prioritas utama di tengah peluang bisnis pengasuhan. Dilansir dari Medcom, upaya membangun SDM ini telah menjadi bagian penting sejak dimulainya program pendidikan anak usia dini pada era 1980-an.

Perbedaan signifikan terdapat antara pengasuh profesional atau caregiver dengan babysitter harian. Caregiver di lembaga formal diwajibkan memiliki pengetahuan pedagogi, pengalaman kerja, serta rekam jejak masa kecil yang bebas trauma. Sebaliknya, babysitter harian biasanya tidak memerlukan latar belakang pendidikan khusus, namun wajib memiliki kasih sayang dan kondisi kesehatan yang baik.

"Apabila menggunakan tenaga babysitter harian, pastikan kesehatan baik fisik dan psikisnya, identitas jelas, dan juga latar belakang keluarganya. Orang tua wajib melakukan supervisi dan monitoring, evaluasi secara berkala," kata Prof Dwi Hastuti, Guru Besar IPB University.

Meskipun penggunaan jasa pengasuh memberikan kesempatan bagi ibu untuk berkarier, terdapat risiko terhadap kualitas tumbuh kembang anak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang diasuh di Tempat Penitipan Anak (TPA) berisiko memiliki kualitas perkembangan yang kurang optimal jika dibandingkan dengan pengasuhan langsung oleh keluarga.

Masalah lain yang ditemukan di lapangan mencakup rasio pengasuh dan anak yang tidak seimbang serta kurangnya keterampilan fasilitator dalam menangani periode tumbuh kembang. Oleh karena itu, supervisi ketat dari orang tua tetap menjadi keharusan jika keluarga memilih menggunakan jasa luar.

Keluarga sangat disarankan untuk memprioritaskan pengasuhan mandiri di rumah guna membangun kelekatan atau attachment yang kuat, terutama pada usia 0 hingga 3 tahun. Kelekatan yang aman dengan orang tua menjadi fondasi sebelum anak akhirnya mengikuti program di luar rumah seperti daycare atau PAUD.

Recommended