Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyatakan investasi pihak swasta dan masyarakat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai angka Rp 40 triliun pada Jumat (17/4/2026). Angka investasi yang signifikan ini disebut telah menciptakan ekosistem pemberdayaan ekonomi baru melalui pelibatan pelaku usaha lokal di seluruh daerah.
Dilansir dari Detik Finance, Muhaimin Iskandar menjelaskan bahwa dana tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari korporasi besar hingga partisipasi masyarakat umum. Pertumbuhan ekonomi ini dipicu oleh operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.
"Kini kita menyaksikan program MPG berjalan mulai efektif. Melibatkan banyak UMKM, tenaga kerja terus-menerus bertambah di dalam pelaksanaan SPPG, sehingga kita melihat dampak nyata pertumbuhan ekonomi dan akan terus kita dorong dari program ini," kata Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.
Pemerintah secara aktif mendorong keterlibatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menjadi pemasok utama bagi SPPG. Langkah ini diambil guna memastikan siklus ekonomi tetap berputar di tingkat daerah serta memperkuat ketahanan pangan lokal.
Sektor pertanian dan peternakan turut merasakan dampak positif dengan perputaran uang mencapai Rp 600 miliar setiap harinya khusus untuk kebutuhan pangan. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, menyebutkan bahwa total aktivitas ekonomi harian dari program ini menyentuh angka Rp 1 triliun.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan lonjakan kebutuhan komoditas pada tahun 2026 yang mencakup 1,37 juta ton telur ayam senilai Rp 4,45 triliun dan 990 ribu ton daging ayam seharga Rp 41 triliun. Selain itu, permintaan buah-buahan diproyeksikan mencapai 2,5 juta ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp 22,5 triliun.
| Komoditas | Volume (Juta Ton) | Nilai (Rupiah) |
|---|---|---|
| Beras | 1,99 | 30,6 Triliun |
| Sayuran | 2,48 | 9,92 Triliun |
| Buah-buahan | 2,50 | 22,5 Triliun |
Besarnya permintaan pasar melalui program ini berdampak langsung pada kesejahteraan produsen pangan di tingkat hulu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah dengan angka 125,45 pada Februari 2026.