Pasokan Batu Bara PLTU Aman hingga April 2026

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pasokan batu bara untuk PLTU aman hingga April 2026 meski ada pemangkasan produksi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah kabar mengenai kekurangan pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Menurut Bahlil, pemangkasan produksi batu bara dalam Rencana Anggaran Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 telah disesuaikan dengan kebutuhan PLTU milik PLN. Dengan demikian, pasokan listrik dijamin aman.

Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) mewajibkan sekitar 30% dari total produksi batu bara dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri, termasuk pembangkit listrik.

"Untuk kebutuhan PLN, saya memastikan bahwa sampai dengan bulan Maret, April, no issue. Karena kita mengikuti terus perkembangan kebutuhan batu bara terhadap PLN," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Bahlil menambahkan bahwa pemangkasan produksi batu bara bertujuan menjaga harga di pasar global.

Kuota produksi batu bara tahun ini dipangkas menjadi lebih dari 600 juta ton.

"Tujuannya apa? Agar jaminan pasokan dalam negeri bisa kita pastikan tersedia, tapi juga harga juga bagus supaya pengusaha juga bisa dapat harga yang baik. Tapi juga mampu kita mengelola sumber daya alam kita dengan berkesinambungan yang baik," terang Bahlil.

Recommended