PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menetapkan Ahmad Fuad Rahmany sebagai Komisaris Utama baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (16/4/2026). Penunjukan mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut bertujuan untuk memperkuat transisi perusahaan menuju sektor energi terbarukan.
Dilansir dari Detik Finance, Fuad Rahmany menggantikan posisi Bacelius Ruru dalam susunan dewan komisaris. Selain Fuad, pemegang saham juga mengangkat Judy Lee sebagai Komisaris Independen dengan masa jabatan yang berlaku hingga tahun 2030 mendatang.
Direktur Utama TBS Energi Utama, Dicky Yordan, menyatakan bahwa kepemimpinan baru ini akan memberikan perspektif segar dalam pengelolaan limbah dan ekosistem kendaraan listrik. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam transformasi menjadi entitas bisnis hijau.
"Bergabungnya Ibu Judy Lee dan kepemimpinan baru Bapak Fuad Rahmany akan membawa perspektif segar dalam transisi kami sebagai perusahaan hijau yang berfokus pada pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik," ujar Dicky Yordan, Direktur Utama Perseroan.
Dalam pertemuan tersebut, para pemegang saham turut menyepakati alokasi saldo laba tahun buku 2025 untuk tambahan cadangan wajib. Sebagian dari laba tersebut juga akan dibagikan kepada investor dalam bentuk dividen tunai.
TOBA juga mendapatkan persetujuan untuk melaksanakan penawaran umum terbatas atau rights issue guna memperkuat struktur permodalan. Rencana ini disiapkan untuk mendukung pendanaan proyek-proyek keberlanjutan perusahaan di masa depan.
Manajemen perusahaan juga mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham di pasar modal. Aksi korporasi ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan investor terhadap fundamental dan prospek pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Seluruh keputusan dalam RUPS ini diarahkan untuk mendukung pencapaian target TBS2030. Fokus utama perusahaan tetap pada pengembangan energi berkelanjutan yang kompetitif dan memastikan pertumbuhan bisnis yang sehat bagi para pemangku kepentingan.