Kebutuhan pangan masyarakat Indonesia, mulai dari beras hingga daging sapi, dipastikan aman dan mencukupi selama musim Lebaran tahun 2026. Jaminan ini diberikan oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono.
Menurut Sudaryono, level aman yang dimaksud mencakup dua aspek penting, yaitu ketersediaan pasokan yang mencukupi dan harga yang sesuai dengan harga eceran atau harga acuan yang ditetapkan pemerintah.
"Aman itu dua. Yang pertama pasokannya cukup, dan yang kedua kita mengupayakan dan menjaga agar harga pasokannya cukup dan harganya sesuai dengan HET, terkendali, dan terjangkau bagi masyarakat," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Sebagai contoh, untuk komoditas beras, saat ini terdapat sekitar 29 juta ton pasokan di dalam negeri. Jumlah ini berasal dari cadangan beras pemerintah, beras siap panen, dan beras yang ada di masyarakat.
Sudaryono menambahkan, dengan jumlah pasokan tersebut, ketahanan beras Indonesia diperkirakan mencapai 324 hari atau sekitar 10,8 hingga 11 bulan ke depan.
Berdasarkan data yang dipaparkan, ketersediaan beras mencapai 29,3 juta ton, sementara kebutuhan hingga Mei 2026 diperkirakan 12,94 juta ton. Artinya, terdapat surplus stok beras sebesar 16,38 juta ton. Untuk gula konsumsi, ketersediaan mencapai 1,81 juta ton dengan kebutuhan 1,18 juta ton, sehingga surplusnya 632 ribu ton.
Pada komoditas cabai besar, stok mencapai 452 ribu ton, sedangkan kebutuhan 388 ribu ton, menghasilkan surplus 63 ribu ton. Sementara itu, stok cabai rawit mencapai 477 ribu ton dengan kebutuhan 382 ribu ton, sehingga surplusnya 95 ribu ton.
Untuk jagung, stok tercatat 11,49 juta ton, sementara kebutuhan 7,1 juta ton, menghasilkan surplus 4,35 juta ton.
Dari sisi perunggasan, stok daging ayam mencapai 2,52 juta ton dengan kebutuhan 1,68 juta ton, sehingga surplusnya 837 ribu ton. Lalu, stok telur ayam sekitar 3,16 juta ton dengan kebutuhan 2,73 juta ton, sehingga surplusnya 423 ribu ton.
Pada komoditas bawang merah, stok mencapai 586 ribu ton, sementara kebutuhan 533 ribu ton, menghasilkan surplus tipis 53 ribu ton. Untuk bawang putih, stok 311 ribu ton dan kebutuhan 296 ribu ton, surplus tipis 15 ribu ton.
Terakhir, stok daging sapi atau kerbau tercatat 627 ribu ton dengan kebutuhan 394 ribu ton, sehingga surplusnya 233 ribu ton. Untuk kedelai, stok mencapai 1,48 juta ton dengan kebutuhan 1,14 juta ton, menghasilkan surplus 335 ribu ton.